Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Kedua)

Di bahasan Karakter Unik Pelanggan Indonesia sebelumnya, kita sudah mencoba mengenal lebih jauh lima karakter yang melekat pada sebagian besar pelanggan di Indonesia.

Secara singkat, lima karakter pelanggan di bagian pertama adalah: pelanggan dengan memori pendek, tidak memiliki perencanaan, cenderung berkelompok, tidak adaptif terhadap teknologi baru dan fokus kepada konteks. Kelimanya dapat Anda simak kembali melalui halaman Karakter Unik Pelanggan Indonesia Bagian Pertama.

Di bagian kedua ini, karakter unik yang akan diperkenalkan juga menarik untuk diulas. Preferensi mereka layak menjadi sorotan bagi para marketer dalam menentukan strategi yang efektif. Tanpa menunda lagi, berikut adalah lima karakter unik berikutnya yang ada dalam pelanggan Indonesia.

Karakter keenam adalah pelanggan Indonesia yang menyukai produk luar negeri. Tidak bisa dipungkiri, keinginan mengonsumsi produk luar negeri masih sangat besar di Indonesia. Pelanggan Indonesia meyakini merek luar negeri memiliki kualitas yang lebih baik. Namun, kita perlu melihat juga bahwa gerakan untuk mencintai produk lokal makin berkembang pesat dan memiliki pangsa pasar tersendiri.

Karakter ketujuh adalah pelanggan yang semakin memperhatikan masalah religius. Karakter ini cenderung semakin menguat. Pangsa pasar dari produk-produk dengan nilai agama akan semakin besar. Pelanggan Indonesia akan semakin sensitif terhadap agama dan kepercayaan yang mereka anut. Saat ini kita melihat bagaimana bank Syariah sudah semakin maju, begitupun produk seperti buku, musik, makanan bahkan media yang membawa pesan keagamaan semakin berkembang.

Karakter kedelapan adalah pelanggan yang suka pamer dan gengsi. Tren saat ini semakin memperlihatkan pelanggan Indonesia sangat senang mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya. Mereka akan memamerkan di sosial media produk yang mereka beli dimana sebagian masyarakat tidak mampu membelinya. Mereka akan membeli produk branded yang memberikan perasaan gengsi kepada mereka.

Karakter kesembilan adalah pelanggan Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh sub-culture. Pelanggan Indonesia akan semakin memperlihatkan persamaan daripada perbedaan. Globalisasi semakin mempercepat proses persamaan ini, terutama pada segmen anak muda. Mereka cenderung tidak banyak dipengaruhi oleh adat istiadat atau kebiasaan daerah mereka dalam memilih dan mengonsumsi suatu produk dan layanan.

Karakter terakhir adalah pelanggan Indonesia yang mulai peduli terhadap lingkungan. Jika berbicara 15 atau 20 tahun lalu, jenis pelanggan Indonesia yang ini tentu sangatlah langka dan mungkin tidak perlu mendapat perhatian khusus. Saat ini, dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan tekanan globalisasi, pelanggan Indonesia mulai memperhatikan lingkungan seperti negara-negara yang relatif maju. Penggunaan produk ramah lingkungan mulai menarik minat mereka dan layak dijadikan salah satu fokus marketer dalam merencanakan pendekatan produk.

Setelah mendapatkan cukup gambaran tentang karakter-karakter ini, mungkin saja akan ada perubahan karakter lagi di kemudian hari, entah semakin kuat atau melemah. Pertanyaan yang kritikal adalah seberapa cepat perubahan karakter ini akan terjadi? Waktu saja yang dapat membuktikan. Namun, tugas kitalah sebagai marketer untuk memprediksi kecepatan karakter pelanggan untuk berubah. Siapkah Anda?

Sumber: http://frontier.co.id/2019/08/12/karakter-unik-pelanggan-indonesia-bagian-kedua/