<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>handiira &#8211; Handiirawan.com</title>
	<atom:link href="https://handiirawan.com/author/handiira/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://handiirawan.com</link>
	<description>Handi Irawan&#039;s website</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2020 07:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.16</generator>

<image>
	<url>https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/cropped-h-32x32.png</url>
	<title>handiira &#8211; Handiirawan.com</title>
	<link>https://handiirawan.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strategi Mengelola Pelanggan Besar</title>
		<link>https://handiirawan.com/strategi-mengelola-pelanggan-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[handiira]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 10:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://handiirawan.com/?p=621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelanggan besar adalah pelanggan yang penting! Pelanggan besar adalah pelanggan yang kita harus pelihara! Bila perlu, kita harus memberikan perhatian yang ekstra kepada mereka! Perusahaan tidak boleh kehilangan mereka! Pelanggan inilah yang akan memberikan revenue dan profit di masa mendatang! Inilah pernyataan yang sering kita dengar. Benarkah keseluruhan pernyataan ini? Tentu saja, sebagian benar, tetapi ada sisi &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://handiirawan.com/strategi-mengelola-pelanggan-besar/"> <span class="screen-reader-text">Strategi Mengelola Pelanggan Besar</span> Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/strategi-mengelola-pelanggan-besar/">Strategi Mengelola Pelanggan Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="621" class="elementor elementor-621" data-elementor-settings="[]">
			<div class="elementor-inner">
				<div class="elementor-section-wrap">
							<section class="elementor-element elementor-element-c819c72 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="c819c72" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-3e179e5 elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="3e179e5" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-565f1b4 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="565f1b4" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-image">
										<img src="https://handiirawan.com/wp-content/uploads/elementor/thumbs/strataegi-opox35u38ny9qwn89gvoacebudavv01oxr0rfc8tio.png" title="strataegi" alt="strataegi" />											</div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
				<section class="elementor-element elementor-element-319247a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="319247a" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-e5e5cc6 elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="e5e5cc6" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-0effae3 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="0effae3" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-text-editor elementor-clearfix"><p>Pelanggan besar adalah pelanggan yang penting! Pelanggan besar adalah pelanggan yang kita harus pelihara! Bila perlu, kita harus memberikan perhatian yang ekstra kepada mereka! Perusahaan tidak boleh kehilangan mereka! Pelanggan inilah yang akan memberikan <em>revenue</em> dan profit di masa mendatang! Inilah pernyataan yang sering kita dengar. Benarkah keseluruhan pernyataan ini?</p><p>Tentu saja, sebagian benar, tetapi ada sisi di mana kita bisa berargumentasi. Memang, pelanggan besar sudah pasti pelanggan yang relatif penting baik buat perusahaan saat ini, maupun di masa mendatang. Mereka memiliki potensi yang besar. Pelanggan besar cenderung menjadi pelanggan lebih besar lagi. Mereka memiliki kemampuan sumber daya manusia, keuangan, dan mungkin teknologi yang mampu membuat pertumbuhan perusahaan.</p><p>Yang menjadi problem kemudian adalah situasi ketika kita tidak proporsional untuk mengelola pelanggan yang lebih kecil. Perusahaan lalu cenderung untuk tidak memberikan perhatian yang semestinya kepada pelanggan yang lebih kecil ini. Bahkan situasi yang buruk bisa terjadi. Ternyata, pelanggan besar tidak memberikan keuntungan sebesar penjualannya. Mereka cenderung membeli dengan harga murah dan selalu minta diskon yang paling besar. Melayani kebutuhan mereka dalam hal pelayanan dan pemberian solusi juga membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya yang besar, dan akhirnya profit perusahaan tidak maksimal mencetak laba perusahaan.</p><p>Tidak jarang, terutama dalam industri <em>consumer goods</em>, produsen atau distributor pemasok pelanggan besar seperti Carrefour, Hypermart, Giant, atau yang lain-lain, sering menyatakan keluhannya. Mereka merasa bahwa memasok barang kepada perusahaan-perusahaan ini sering kali untungnya sangat sedikit. Selain itu, piutang mereka kemudian banyak dipotong untuk program promosi bersama. Tidak mengherankan, bagian keuangan adalah pihak yang paling sering mengeluh, mengomel, atau bahkan jengkel dengan para pelanggan besar tersebut. Ini salah satu tanda bahwa ada pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk melihat permasalahan lebih jernih sehingga lebih mudah untuk membuat keputusan.</p><p>Oleh karena itu, pesannya sederhana. Menghadapi pelanggan besar, diperlukan strategi dan pengelolaan yang tepat. Tidak mengherankan, sekarang marak perusahaan menerapkan “<em>key account management</em>”. Artinya, pelanggan besar adalah penting, tetapi harus dikelola masa depannya. Perusahaan juga harus melayani mereka, menciptakan hubungan yang baik, dan sekaligus terjadilah hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Untuk mendapatkan profit yang optimal, perusahaan perlu untuk menjadikan dirinya sebagai <em>supplier</em> yang dipreferensi. Untuk mencapai <em>key supplier status</em> ini, adalah tugas <em>account manager</em> untuk memahami pelanggan besar dengan baik.</p><p><strong>Profitabilitas Pelanggan Besar</strong></p><p>Profit setiap pelanggan besar seharusnya dihitung secara individual. Oleh karena itu, untuk menghitung profit, perusahaan perlu mengetahui bagaimana mengukur profit dan mengukur biaya untuk setiap pelanggan. Pengukuran biaya biasanya relatif mudah, terutama bila perusahaan sudah menerapkan standar keuangan.</p><p>Yang perlu menjadi kesepakatan bersama adalah menghitung profit. Yang sederhana tentunya adalah profit dari transaksi. Jadi, dalam hal ini, kita menghitung tingkat penjualan selama satu bulan atau satu tahun, kemudian kita hitung berapa <em>gross profit</em> dan biaya operasional lainnya. Apakah perhitungan yang benar? Tentu saja tidak. Mengelola pelanggan besar adalah mengelola untuk jangka panjang. Jadi, untuk menghitung profit, juga diperlukan parameter jangka panjang.</p><p>Model perhitungan favorit saya adalah <em>customer lifetime value</em> (CLV). Di kolom majalah <em>MARKETING</em> ini, saya sudah sangat sering menulis mengenai cara menghitung harga seorang pelanggan. Ini adalah profit yang kita terima selama dia menjadi pelanggan. Rumus sederhananya adalah CLV = <em>annual profit</em> (<em>retention rate</em> / 1 + i – <em>retention rate</em>). Dalam rumus ini, nilai i adalah <em>discounting rate</em> yang bisa kita asumsikan sebesar 10 persen untuk kondisi saat ini. <em>Retention rate</em> adalah kemungkinan dia untuk tetap menjadi pelanggan kita di tahun mendatang.</p><p>Jadi, misalnya, pelanggan besar memberikan profit setahun sebesar Rp 100 juta. <em>Retention rate</em> adalah 90 persen dan nilai <em>discounting rate</em> adalah 10 persen, maka CLV pelanggan ini adalah Rp 450 juta. Dengan menghitung CLV ini, dengan mudah perusahaan menetapkan ranking dari pelanggan yang menguntungkan dan pelanggan yang kurang menguntungkan.</p><p>Perhitungan CLV ini akan memberikan kemudahan dalam menentukan program bersama dengan pelanggan besar. Jadi, setiap program promosi atau solusi baru yang membutuhkan biaya baru dapat dibandingkan dengan kenaikan CLV yang terjadi. Perusahaan akan optimal profitnya, bila kemudian biaya yang dikeluarkan untuk membuat program dengan pelanggan besar ternyata lebih besar dibandingkan dengan kenaikan CLV dari pelanggan tersebut. Inti dari <em>key account management</em> adalah mengoptimalkan profit dari pelanggan.</p><p><strong><em>Key Account Strategy</em></strong></p><p>Tujuan dari <em>key account management</em> adalah menciptakan agar perusahaan menjadi <em>key supplier status</em> dari pelanggan besar. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengenal pelanggan dengan baik. Mereka perlu memahami <em>supply chain management</em> dari pelanggannya dan juga produk dan layanan apakah yang diinginkan oleh pelanggan. Dengan demikian, kita dapat memberikan nilai tambah untuk bisnis pelanggan kita. Ini adalah dasar dari menciptakan hubungan baik, yaitu apabila kita dipersepsi memberikan nilai tambah kepada pelanggan besar tersebut. Hal-hal lain seperti hubungan yang baik dan komunikasi yang intim, sudah pasti juga memberikan pengaruh yang besar untuk menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan besar.</p><p>Ada banyak model yang dapat memberikan pedoman untuk memformulasikan strategi dalam mengelola pelanggan besar. Salah satunya, Anda dapat mulai memikirkan dua hal dalam perspektif pelanggan. <em>Pertama</em>, apakah pelanggan akan mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan kita? <em>Kedua</em>, apakah memang kita adalah <em>supplier</em> yang penting bagi pelanggan besar kita? Dari dua pertanyaan ini, akan dihasilkan empat kemungkinan. Lalu, di manakah letak posisi perusahaan kita? Kemudian, mungkinkah kita mengubah posisi kita?</p><p>Kemungkinan <em>pertama</em> adalah situasi ketika kita adalah <em>supplier</em> yang relatif tidak penting dan juga pelanggan tidak ingin banyak berhubungan dengan kita. Dalam situasi ini, kita perlu untuk memikirkan bagaimana membuat bisnis yang mudah dengan pelanggan kita. Kita ciptakan sistem di mana proses order menjadi cepat dan membuat mereka juga mengambil keputusan secara cepat. Kita perlu melakukan investasi terhadap hal-hal yag membuat mereka mudah berhubungan bisnis dengan kita.</p><p>Kemungkinan <em>kedua</em>, kita adalah <em>supplier</em> yang relatif tidak penting, tetapi pelanggan mau banyak berhubungan dengan kita. Maka keseluruhan program dan aktivitas yang kita berikan kepada pelanggan besar adalah harga yang kompetitif. Setelah itu, mencari hal-hal yang dapat membedakan kita dengan <em>supplier</em> yang lain sebagai langkah untuk diferensiasi. Perusahaan ini juga harus mengandalkan hubungan yang personal<em> </em>dan intim dengan pelanggan besar.</p><p>Kemungkinan <em>ketiga</em>, perusahaan kita adalah perusahaan yang dianggap penting, tetapi pelanggan tidak ingin berhubungan banyak dengan kita. Dalam situasi seperti ini, peran reputasi dan merek menjadi sangat penting. <em>Account manager</em> sulit menciptakan hubungan yang intim karena produknya adalah jenis di mana pelanggan sekali membeli kemudian baru membeli lagi beberapa tahun kemudian. Jadi, sebagai <em>account manager</em>, Anda perlu menciptakan reputasi yang baik di mata mereka.</p><p>Kemungkinan <em>keempat</em> adalah perusahaan kita dipersepsi sebagai <em>supplier </em>yang penting dan pelanggan juga mau banyak berhubungan dengan kita. Ini adalah situasi saat dibutuhkan perspektif jangka panjang. <em>Account manager</em> haruslah menguasai kebutuhan dan harapan pelanggan dengan sangat baik. <em>Account manager</em> harus didukung oleh departemen lain dalam memberikan solusi.</p><p>Penjelasan di atas adalah salah satu contoh di mana mengelola pelanggan besar haruslah dilakukan dengan strategis. Tujuan akhir kita adalah untuk mendapat status sebagai <em>supplier</em> yang dipreferensi dan sekaligus mampu menciptakan keuntungan bagi perusahaan kita.</p><p>Sumber: <a href="https://marketing.co.id/strategi-mengelola-pelanggan-besar/">https://marketing.co.id/strategi-mengelola-pelanggan-besar/</a></p></div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
						</div>
			</div>
		</div>
		<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/strategi-mengelola-pelanggan-besar/">Strategi Mengelola Pelanggan Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Kedua)</title>
		<link>https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-kedua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[handiira]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 10:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://handiirawan.com/?p=615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di bahasan Karakter Unik Pelanggan Indonesia sebelumnya, kita sudah mencoba mengenal lebih jauh lima karakter yang melekat pada sebagian besar pelanggan di Indonesia. Secara singkat, lima karakter pelanggan di bagian pertama adalah: pelanggan dengan memori pendek, tidak memiliki perencanaan, cenderung berkelompok, tidak adaptif terhadap teknologi baru dan fokus kepada konteks. Kelimanya dapat Anda simak kembali &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-kedua/"> <span class="screen-reader-text">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Kedua)</span> Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-kedua/">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Kedua)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="615" class="elementor elementor-615" data-elementor-settings="[]">
			<div class="elementor-inner">
				<div class="elementor-section-wrap">
							<section class="elementor-element elementor-element-72b847b elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="72b847b" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-df03134 elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="df03134" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-5539cff elementor-widget elementor-widget-image" data-id="5539cff" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-image">
										<img width="1024" height="535" src="https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/pelanggan-1024x535.jpg" class="attachment-large size-large" alt="" srcset="https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/pelanggan-1024x535.jpg 1024w, https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/pelanggan-300x157.jpg 300w, https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/pelanggan-768x402.jpg 768w, https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/pelanggan.jpg 1201w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />											</div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
				<section class="elementor-element elementor-element-3c9a6ea elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="3c9a6ea" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-f492413 elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="f492413" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-5e3acb8 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="5e3acb8" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-text-editor elementor-clearfix"><p>Di bahasan Karakter Unik Pelanggan Indonesia sebelumnya, kita sudah mencoba mengenal lebih jauh lima karakter yang melekat pada sebagian besar pelanggan di Indonesia.</p><p>Secara singkat, lima karakter pelanggan di bagian pertama adalah: pelanggan dengan memori pendek, tidak memiliki perencanaan, cenderung berkelompok, tidak adaptif terhadap teknologi baru dan fokus kepada konteks. Kelimanya dapat Anda simak kembali melalui halaman Karakter Unik Pelanggan Indonesia Bagian Pertama.</p><p>Di bagian kedua ini, karakter unik yang akan diperkenalkan juga menarik untuk diulas. Preferensi mereka layak menjadi sorotan bagi para marketer dalam menentukan strategi yang efektif. Tanpa menunda lagi, berikut adalah lima karakter unik berikutnya yang ada dalam pelanggan Indonesia.</p><p>Karakter keenam adalah pelanggan Indonesia yang menyukai produk luar negeri. Tidak bisa dipungkiri, keinginan mengonsumsi produk luar negeri masih sangat besar di Indonesia. Pelanggan Indonesia meyakini merek luar negeri memiliki kualitas yang lebih baik. Namun, kita perlu melihat juga bahwa gerakan untuk mencintai produk lokal makin berkembang pesat dan memiliki pangsa pasar tersendiri.</p><p>Karakter ketujuh adalah pelanggan yang semakin memperhatikan masalah religius. Karakter ini cenderung semakin menguat. Pangsa pasar dari produk-produk dengan nilai agama akan semakin besar. Pelanggan Indonesia akan semakin sensitif terhadap agama dan kepercayaan yang mereka anut. Saat ini kita melihat bagaimana bank Syariah sudah semakin maju, begitupun produk seperti buku, musik, makanan bahkan media yang membawa pesan keagamaan semakin berkembang.</p><p>Karakter kedelapan adalah pelanggan yang suka pamer dan gengsi. Tren saat ini semakin memperlihatkan pelanggan Indonesia sangat senang mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya. Mereka akan memamerkan di sosial media produk yang mereka beli dimana sebagian masyarakat tidak mampu membelinya. Mereka akan membeli produk <em>branded</em> yang memberikan perasaan gengsi kepada mereka.</p><p>Karakter kesembilan adalah pelanggan Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh <em>sub-culture</em>. Pelanggan Indonesia akan semakin memperlihatkan persamaan daripada perbedaan. Globalisasi semakin mempercepat proses persamaan ini, terutama pada segmen anak muda. Mereka cenderung tidak banyak dipengaruhi oleh adat istiadat atau kebiasaan daerah mereka dalam memilih dan mengonsumsi suatu produk dan layanan.</p><p>Karakter terakhir adalah pelanggan Indonesia yang mulai peduli terhadap lingkungan. Jika berbicara 15 atau 20 tahun lalu, jenis pelanggan Indonesia yang ini tentu sangatlah langka dan mungkin tidak perlu mendapat perhatian khusus. Saat ini, dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan tekanan globalisasi, pelanggan Indonesia mulai memperhatikan lingkungan seperti negara-negara yang relatif maju. Penggunaan produk ramah lingkungan mulai menarik minat mereka dan layak dijadikan salah satu fokus marketer dalam merencanakan pendekatan produk.</p><p>Setelah mendapatkan cukup gambaran tentang karakter-karakter ini, mungkin saja akan ada perubahan karakter lagi di kemudian hari, entah semakin kuat atau melemah. Pertanyaan yang kritikal adalah seberapa cepat perubahan karakter ini akan terjadi? Waktu saja yang dapat membuktikan. Namun, tugas kitalah sebagai marketer untuk memprediksi kecepatan karakter pelanggan untuk berubah. Siapkah Anda?</p><p>Sumber: <a href="http://frontier.co.id/2019/08/12/karakter-unik-pelanggan-indonesia-bagian-kedua/">http://frontier.co.id/2019/08/12/karakter-unik-pelanggan-indonesia-bagian-kedua/</a></p></div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
						</div>
			</div>
		</div>
		<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-kedua/">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Kedua)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Pertama)</title>
		<link>https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[handiira]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 10:28:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://handiirawan.com/?p=610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap marketer bukan hanya perlu merenungkan apakah setiap karakter pelanggan yang berbeda-beda dapat sesuai bila diterapkan untuk produk dan brand mereka. Kita perlu melihatnya dari perspektif yang lebih jauh. Karakter pelanggan yang mencakup sikap dan perilaku, bukanlah sesuatu yang statis. Mereka juga berkembang dan berubah. Pelanggan akan mempunyai persepsi baru, memori baru, dan pengalaman yang baru dalam &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-pertama/"> <span class="screen-reader-text">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Pertama)</span> Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-pertama/">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Pertama)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="610" class="elementor elementor-610" data-elementor-settings="[]">
			<div class="elementor-inner">
				<div class="elementor-section-wrap">
							<section class="elementor-element elementor-element-51e7a69 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="51e7a69" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-5934f64 elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="5934f64" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-11d5783 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="11d5783" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-image">
										<img width="653" height="366" src="https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/Konsumen.jpg" class="attachment-large size-large" alt="" srcset="https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/Konsumen.jpg 653w, https://handiirawan.com/wp-content/uploads/2020/02/Konsumen-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" />											</div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
				<section class="elementor-element elementor-element-c42e065 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default elementor-section elementor-top-section" data-id="c42e065" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
				<div class="elementor-row">
				<div class="elementor-element elementor-element-b7754ec elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column" data-id="b7754ec" data-element_type="column">
			<div class="elementor-column-wrap  elementor-element-populated">
					<div class="elementor-widget-wrap">
				<div class="elementor-element elementor-element-afa2cfa elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="afa2cfa" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-text-editor elementor-clearfix"><p>Setiap marketer bukan hanya perlu merenungkan apakah setiap karakter pelanggan yang berbeda-beda dapat sesuai bila diterapkan untuk produk dan <em>brand</em> mereka. Kita perlu melihatnya dari perspektif yang lebih jauh.</p><p>Karakter pelanggan yang mencakup sikap dan perilaku, bukanlah sesuatu yang statis. Mereka juga berkembang dan berubah. Pelanggan akan mempunyai persepsi baru, memori baru, dan pengalaman yang baru dalam kehidupan mereka sebagai konsumen.</p><p>Bila demikian, maka sangatlah penting bagi marketer untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah karakter pelanggan Indonesia akan semakin menguat atau melemah? Dengan kata lain, apakah karakter tersebut akan semakin terlihat nyata atau semakin bergerak menuju arah yang berlawanan?</p><p>Bila tren semakin menguat, maka marketer tentunya harus membuat semua strategi yang sesuai dengan karakter tersebut.  Sebaliknya, bila tren menunjukkan perubahan karakter yang berlawanan, maka marketer akan memiliki peluang untuk memenangkan persaingan melalui strategi yang melawan karakter pelanggan saat ini, tetapi sejalan dengan perubahan di masa mendatang.</p><p>Bagaimana Anda sendiri memprediksi perubahan setiap karakter? Mari kita lihat satu per satu dari 10 karakter yang melekat pada sebagian besar pelanggan Indonesia.</p><p><strong>Karakter pertama</strong> adalah pelanggan Indonesia yang cenderung mempunyai memori yang pendek. Mereka adalah pelanggan yang lebih fokus kepada manfaat produk jangka pendek, mudah bosan dan cepat lupa. Apa tren ke depan? Saya yakin, tren yang terjadi adalah bahwa karakter ini akan semakin melemah.</p><p>Dari waktu ke waktu, pelanggan Indonesia akan semakin menggunakan memori jangka panjangnya. Mereka akan semakin siap untuk menerima suatu produk yang memberi manfaat jangka panjang. Bila demikian, akan ada kesempataan bagi produsen yang mengedukasi pelanggan untuk tidak hanya berpikir jangka pendek tetapi mau menerima setiap manfaat jangka panjang.</p><p>Akan ada kesempatan yang semakin besar bagi asuransi untuk menjual produk dengan manfaat jangka panjang. Pasar bagi vitamin dan makanan yang menyehatkan dalam jangka panjang akan semakin mendapatkan peluangnya. Pertanyaannya, kapan perubahan ini akan terjadi? Inilah yang akan tetap menjadi pertanyaan yang harus dijawab dari tahun ke tahun melalui riset <em>customer insight</em>.</p><p><strong>Karakter kedua</strong> adalah pelanggan Indonesia yang cenderung tidak memiliki perencanaan. Bagaimana trennya? Saya yakin, dalam jangka panjang, karakter ini akan semakin melemah.  Dengan kata lain, karakter sebaliknya akan semakin terbangun. Pelanggan Indonesia akan semakin lebih banyak menggunakan pola pembelian yang terencana. Jumlah pembelian secara <em>impulsive</em> akan semakin berkurang. Mereka cenderung untuk mempunyai skedul yang lebih teratur. Mereka akan terbiasa melakukan pemesanan terlebih dahulu. Kita sudah melihat bagaimana jasa <em>delivery</em> semakin berkembang. Jasa yang membutuhkan <em>pre-booking</em> seperti <em>airline</em> dan hotel juga semakin berkembang.</p><p><strong>Karakter ketiga</strong> adalah pelanggan Indonesia yang cenderung berkelompok dan suka berkumpul. Apa tren ke depan? Mudah diduga, pelanggan kita akan semakin memperlihatkan karakter yang berlawanan. Mereka akan cenderung semakin individualistik. Sejalan dengan tingkat pendidikan dan kelas sosial yang semakin meningkat, maka pelanggan sudah mulai membatasi kehidupannya yang berkelompok. Mereka lebih tidak mudah dipengaruhi oleh perilaku kelompok dalam menentukan produk atau jasa yang akan mereka beli dan gunakan.</p><p><strong>Karakter keempat</strong> adalah pelanggan Indonesia yang tidak adaptif terhadap teknologi baru. Dalam jangka panjang, karakter ini akan semakin berlawanan arah. Pelanggan Indonesia yang memiliki tingkat pendidikan yang semakin tinggi, sudah pasti akan semakin adaptif terhadap teknologi tinggi. Penetrasi teknologi tinggi akan semakin cepat. Kelompok <em>early adopter</em> akan semakin besar. Hal ini sudah berlaku untuk generasi saat ini. Kita sudah melihat pelanggan Indonesia yang adaptif terhadap teknologi tinggi seperti pelanggan di Singapura.</p><p><strong>Karakter kelima</strong> adalah pelanggan Indonesia yang cenderung fokus kepada konteks dan bukan konten. Ini terjadi karena pelanggan kita tidak mencerna jumlah informasi yang memadai sebelum memutuskan untuk memilih dan membeli suatu produk. Dalam jangka panjang, karakter ini akan semakin melemah. Mereka akan mencerna informasi lebih banyak dan mereka akan menjadi pelanggan yang semakin pandai dalam melakukan evaluasi. Ini terjadi karena pelanggan kita cenderung untuk membaca media cetak lebih banyak.</p><p>Sumber: <a href="http://frontier.co.id/2019/07/04/karakter-unik-pelanggan-indonesia-bagian-pertama">http://frontier.co.id/2019/07/04/karakter-unik-pelanggan-indonesia-bagian-pertama</a></p></div>
				</div>
				</div>
						</div>
			</div>
		</div>
						</div>
			</div>
		</section>
						</div>
			</div>
		</div>
		<p>The post <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com/karakter-unik-pelanggan-indonesia-pertama/">Karakter Unik Pelanggan Indonesia (Pertama)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://handiirawan.com">Handiirawan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
