Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Semangat Entrepreneurship Pelaku Bisnis China

Monday, 09 May 2011

Li Ning adalah seorang olahragawan yang legendaris dari China. Prestasinya merebut  enam medali emas di cabang senam di pesta olympiade tahun 1984 yang diadakan di Amerika Serikat masih sangat dikenang rakyat Tiongkok. Tidak mengherankan, saat olympiade diselenggarakan di Beijing tahun 2008 yang lalu, Li Ning mendapat kehormatan untuk menjadi atlet yang menyalakan obor tanda dimulainya pesta olimpiade.

Buat Li Ning, ini adalah berkah tersendiri. Mengapa? Li Ning bukanlah sekedar nama atlet lagi.  Tetapi Li Ning sekarang lebih dikenal sebagai sebuah merek pakaian dan sepatu olah raga di China.  Maklum, namanya menempel kuat di produk-produk yang tersebar di seluruh daratan China.  Buat Li Ning, inilah Public Relations gratis  yang akan mendukung pertumbuhan bisnisnya.

Sosok Li Ning  sungguh menarik.  Dia menjadi simbol seorang atlet yang sukses dan sekaligus pelaku bisnis yang sukses  pula. Dia mewakili sosok yang memiliki semangat juang yang tinggi dan pada saat yang bersamaan menunjukkan dirinya sebagai entrepreneur yang sangat tangguh.  Li Ning, telah membangun kerajaan bisnis yang luar biasa  untuk ukuran seorang bekas olahragawan.

Li Ning Corporation adalah produsen pakaian dan sepatu olah raga.  Perusahaan ini, sudah memiliki jumlah outlet lebih dari 9.000 di seluruh China dan berambisi untuk mencapai lebih dari 10.000 outlet di tahun 2011. Angka penjualannya sudah menembus lebih dari US $ 1 miliar  per tahun.  Memang, dibandingkan dengan Nike, skala perusahaan ini masih jauh. Tetapi, bila dilihat dari pertumbuhannya, sungguh merupakan prestasi yang mengagumkan.

Di China, ada puluhan ribu pelaku bisnis seperti  Li Ning ini.  Mereka merintis bisnisnya dengan semangat juang yang tinggi. Mereka juga memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi pula.  Mereka selalu  berupaya menciptakan nilai tambah bagi produk atau layanannya melalui inovasi dan berusaha untuk menumbuhkan budaya kompetitif di perusahaan masing-masing.  Li Ning Corporation terus bertumbuh dan sekarang sudah mulai mengembangkan berbagai merek lain selain merek Li Ning

Tidak mengherankan, bila kemudian perusahaan ini mampu menangkap peluang dari pertumbuhan pasar domestik yang tinggi. Mereka juga mampu bersaing dengan banyak perusahaan-perusahaan global  yang terus melakukan investasi di negeri China.  Semangat entrepreneurship inilah yang diyakini banyak pengamat di seluruh dunia sebagai salah satu faktor besar yang mendukung pertumbuhan China.

Salah satu ciri seorang entrepreneur adalah kemampuannya untuk merebut kesempatan. Mereka gesit untuk merebut peluang.  Inilah yang terjadi di China.  Tidak mengherankan, terdapat jutaan pelaku bisnis di China yang kemudian menjadi milyarder dalam waktu yang singkat.  Karakter entrepreneur lainnya yang penting bagi pertumbuhan bisnisnya dalam jangka panjang adalah kemampuannya untuk menciptakan nilai tambah melalui inovasi.

 

Nilai Tambah dan Inovasi

Hingga pertengahan tahun 1995, China hanya dikenal sebagai tempat produksi yang murah.  Mereka memiliki etos kerja keras yang tinggi. Hal inilah yang membuat produktifitas pabrik-pabrik di China menjadi tinggi.  Produktifitas yang tinggi dan disertai upah buruh yang murah, menjadikan negara ini sangat kompetititf untuk urusan manufaktur.  Ditambah lagi, pasar domestik yang besar serta orientasi ekspor yang tinggi, akhirnya menjadikan negara China sebagai tempat pilihan produksi yang paling menarik di seluruh dunia.

Negara-negara lain sangat sulit untuk bersaing dengan China, terutama bila menyangkut industri manufaktur yang padat karya.  China kemudian dikenal sebagai basis produksi yang menghasilkan produk-produk yang murah.  Dengan  produksi yang murah, maka produk-produk China juga dijual dengan harga yang kompetitif pula.  Dari sinilah kemudian banyak produk China mendapatkan pangsa pasarnya di seluruh dunia dengan cepat, terutama mengisi kebutuhan konsumen yang sensitif terhadap harga.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengunjungi museum Coca Cola yang ada di Atlanta, Amerika Serikat. Ini sebuah museum yang menarik, menceritakan sejarah perkembangan Coca Cola.  Di akhir dari ujung museum, kemudian dijual berbagai merchandising Coca Cola  yang berjumlah ribuan. Coca Cola adalah merek besar dari Amerika. Ini adalah lambang minuman dari Barat. Tetapi, hampir sebagian besar produkmerchandising dan suvenir, tertulis made in China. Buat perusahaan ini, tidak ada pilihan lain selain memproduksi barang-barang merchandising di China bila ingin meraih keuntungan.

Semangat entrepreneur pelaku bisnis China inilah yang kemudian menghantarkan perusahaan-perusahaan China untuk memperbaiki proses value-chain mereka. Hingga akhir tahun 2000, banyak perusahaan China kemudian mulai memperbaiki proses dan strategi pemasarannya. Mereka sadar akan pentingnya merek yang terkenal dan citra merek yang kuat. Tidak mengherankan, kemudian mereka mencoba meniru strategi pemasaran produk-produk global untuk menciptakan brand equity dari produk-produk mereka.  Selain marketing, nilai tambah  yang mereka ingin kembangkan adalah distribusi.  Industri ritel kemudian berkembang sangat pesat  untuk semakin memberi kemudahan bagi konsumen dalam membeli produk.

Nilai tambah selanjutnya yang kemudian dikembangkan adalah dalam hal pelayanan. Ini tercermin dari banyak perusahaan-perusahaan yang kemudian mulai menciptakan layanan baru dan meningkatkan kualitas pelayanan.  Perusahaan-perusahaan lokal China, dulu sangat dikenal dengan pelayanannya yang buruk. Mereka hanya berorientasi menjual produk yang murah tetapi dengan pelayanan yang buruk.  Hari ini, orientasi ini sudah mengalami pergeseran yang sangat cepat.

Kita melihat produk-produk China yang semakin kompetitif. Ini terjadi karena banyak perusahan sudah mulai mengembangkan R&D untuk memacu inovasi produknya.  Berbagai produk China dengan fitur yang canggih dan desain yang menarik mulai bermunculan. Kesemuanya ini, akhirnya membuat merek-merek China semakin diterima di pasar domestik dan di berbagai belahan dunia lainnya, termasuk di Indonesia.

Perjalanan inovasi dari pelaku bisnis China ini bisa dilihat dari perjalanan beberapa perusahaan besar dari China ini. Huawei adalah salah satu contohnya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1988. Pertama kali hanya memproduksi digital switches. Kemudian memproduksi jaringan dan perangkat telepon kabel dan seluler. Sejak itu, Huawei kemudian menjadi pemain besar di seluruh dunia dan bersanding dengan pemain besar lainnya seperti Nokia-Siemens Networks, Ericsson dan Alcatel.

Sejak tahun 2003 hingga 2009, Huawei memiliki tingkat penjualan yang meningkat sebanyak 6 kali. Ini terjadi karena mereka terus meluncurkan berbagai produk-produk barunya mereka. Hari ini, mereka bukan hanya mengandalkan harga murah tetapi juga inovasi produk yang berbasis teknologi tinggi. Inilah yang membuat Huawei menjadi pesaing yang disegani di seluruh dunia terutama di industri jaringan telekomunikasi.  Hampir setengah dari karyawan mereka yang berjumlah lebih dari 60.000, bekerja di bagian R&D. Total investasi untuk keperluan riset dan pengembangan produk ini mencapai sekitar 10% dari omzet bisnisnya. Huawei telah menjadi salah satu simbol pemain domestik yang kemudian sukses di pasar global.

Contoh lain adalah China Mobile, perusahaan seluler  yang memiliki jumlah pelanggan terbesar di seluruh dunia. Perusahaan ini juga pertama kali hanya mengandalkan harga murah sebagai senjata untuk bersaing. Setelah itu, mereka mulai dengan strategi pemasaran yang semakin canggih sehingga menempatkan China Mobile sebagai merek produk yang memiliki nilai terbesar di China.  Hari ini, mereka telah memiliki pelayanan kelas dunia dan juga pengembangan produk yang tidak kalah dengan operator seluler di negara-negara Barat.

Semangat entrepreneur yang tercermin dalam inovasi ini juga terlihat dari puluhan ribu perusahaan-perusahaan kelas menengah. Mereka sadar, bahwa sebagai seorang pelaku bisnis, harus memperhatikan kebutuhan pasar. Perusahaan harus berorientasi kepada kebutuhan pelanggan dan bukan sekedar mampu untuk memproduksi. Perubahan orientasi inilah yang kemudian benar-benar menjadikan perusahaan-perusahaan China mengalami transformasi besar-besaran.

Inilah pelajaran bagi para entrepreneur di seluruh dunia. Kombinasi antara kerja keras dengan proses menciptakan nilai tambah melalui inovasi adalah spirit seorang entrepreneur sesungguhnya. Pelaku-pelaku bisnis China sudah membuktikan hal ini.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized