Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Konsumen Premium China

Sunday, 01 May 2011

Apa yang membuat sebuah industri atau negara menjadi kompetitif? Michael Porter, Profesor ternama dari Harvard Business School menyatakan bahwa customer demand adalah faktor penting. Konsumen yang mempunyai daya beli yang besar, konsumen yang canggih, konsumen yang mempunyai orientasi terhadap kulitas dan konsumen yang memiliki posisi tawar yang tinggi, akan membuat perusahaan dan industri bersangkutan untuk melakukan inovasi.

Setiap perusahaan dalam sebuah industri yang kompetitif dan memiliki konsumen yang selalu mengharapkan sesuatu yang baru, akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Mereka harus memberikan nilai tambah yang lebih baik dari para pesaingnya. Bila perlu, mereka memberikan sebuah inovasi baru yang belum ditawarkan oleh para pemain dalam industri tersebut. Bisa dibayangkan, hanya perusahaan inovatif sajalah yang akan tetap bertahan dan bertumbuh. Perusahaan-perusahaan ini, yang akhirnya membentuk cluster industry yang kompetitif dan mampu bersaing di pasar global. Inilah yang terjadi di China

China yang serba besar, ketika kemudian membuka diri, tiba-tiba menjadi magnet yang besar bagi perusahaan-perusahaan global. Mereka tidak ingin ketinggalan untuk menggarap pasar yang besar. Dengan kebijakan pemerintah yang cerdik, telah membuat China tetap mampu mendorong BUMN nya untuk maju dan juga pelaku domestiknya untuk turut serta menikmati kemajuan. Merek-merek global ini telah mendorong banyak konsumen China semakin konsumtif. Konsumerisme ini telah mendorong pertumbuhan perusahaan dan akhirnya membuka lapangan pekerjaan.

 

Merek Premium dan Global

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan keluarga China dan keinginan konsumen China untuk mengekspresikan kebebasan, konsumen di China telah berubah dramatis. Mereka yang sangat kaya, menjadi pemburu merek-merek premium top dunia. Sebut saja merek dalam bidang fashion sepertiHermes, Louis Vuitton, Louwe, Bvlgari, Fendi, Dior, Cartier, Chanel, Prada, Hugo Boss, Versace, Gucci, Rolex dan merek-merek lain yang biasa ada di Beverly Hill di Los Angeles atau di Paris, London dan Milan, semuanya ada secara lengkap di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzen. Bahkan di kota-kota besar yang termasuk kelas 2 seperti Nanjing, Wuhan, Hangzhou, Shenyang, Harbin dan lain-lain, merek-merek kelas dunia ini mudah ditemui pula.

Perkembangan merek-merek premium di China ini tentu saja berbeda dengan sejarah perkembangan merek premium itu sendiri. Banyak luxury brand mulai tumbuh sejak jaman Renaissance. Saat itu, dunia seni lukis dan fashion sudah mulai berkembang. Kelompok masyarakat tertentu sudah memiliki obsesi terhadap keindahan dan kecantikan. Kemudian di abad 18, dimulailah produk-produk fashion dari Prancis. Biasanya, pengaruhnya dimulai dari keluarga kerajaan. Kemudian pada abad 19, mulailah duniafashion yang modern dan mulai menyentuh masyarakat kelas atas dan bukan sekedar lingkungan kerajaan. Ledakan merek premium ini terutama kemudian terjadi sejalan dengan munculnya kaumYankees. Mereka menyukai hidup glamour dan gaya hidup yang suka pamer. Kelompok Yankeesterbesar ini terutama di Amerika Serikat dan kota-kota besar di Eropa.

Tidak mengherankan, merek-merek premium ini banyak berasal dari Eropa terutama Italia, Prancis dan Inggris. Agak terlambat adalah dari Jerman dan Spanyol. Dengan sejarah yang panjang, mereka semua sudah siap untuk berekspansi. Bagi mereka, ekspansi yang terbaik adalah secara geografis. Kesuksesan merek-merek premium di Jepang, jelas kemudian mendorong mereka untuk segera masuk ke China. Walau hanya 1% saja masyarakat China yang mampu untuk membeli, tetapi ini jumlahnya sudah sekitar 15 juta. Sebuah pasar yang tidak kalah dengan London, Paris atau Milan.

Konsumen China yang mendadak menjadi kaya, kemudian memiliki obsesi untuk meniru gaya hidup ini.Mereka menjadi konsumen yang ingin disejajarkan dengan masyarakat kelas atas Eropa dan Amerika.

Apa implikasinya membanjirnya merek-merek premium ini? Serentetan perkembangan industri lain kemudian menggeliat. Pusat-pusat perbelanjaan harus mempersiapkan infratruktur yang memadai. Mereka melihat peluang untuk mendirikan pusat-pusat perbelanjaan yang megah dan mewah. Akibatnya, pemerintah daerah juga terdorong untuk mempersiapkan infrastruktur yang baik buat para pengunjung.

Industri ritel kemudian juga mulai menggeliat. Banyak perusahaan-perusahaan lokal, secara cerdik membuat berbagai merek yang lebih menarik tetapi dengan image yang baik. Mereka berharap dapat membidik segmen kelas menengah yang jumlahnya juga semakin besar. Merek-merek premium ini telah memberikan inspirasi dan mimpi kepada banyak konsumen kelas menengah untuk semakin memperhatikan merek terkenal.

Perusahaan-perusahaan lokal China kemudian dengan cepat untuk belajar mengenai pentingnya untuk membangun merek yang baik. Tidak mengherankan, di China sudah ada puluhan ribu merek yang mencoba meniru merek-merek premium tersebut. Industri desain juga menjadi semakin maju. Merek-merek premium, pada dasarnya tidak hanya menawarkan kualitas secara fungsional tetapi aspek emosionalnya. Dengan sejarah seni yang China miliki, tidaklah terlalu sulit bagi mereka untuk mengembangkan desain-desain yang menarik untuk industri dimana mereka bersaing.

Memang, terdapat sisi buruk dari gaya hidup seperti ini. Pemerintah China semakin cemas dengan gaya hidup yang liberal dan kapitalis. Di sisi lain, mereka sadar, bahwa fenomena ini juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi China. Merek-merek premium ini, telah menginspirasi konsumen untuk memiliki aspirasi yang tinggi. Mereka menjadi konsumen yang canggih. Untuk melayani konsumen yang canggih ini, telah menimbulkan industri-industri baru seperti ritel danhospitality yang semakin kuat.

Merek-merek premium ini juga menginspirasi pengusaha lokal untuk lebih semakin berkualitas. Mereka banyak belajar dan kemudian berusaha untuk meningkatkan daya saing mereka. Tidak mengherankan, akhirnya muncul peniru-peniru yang sangat piawai. Bila proses telah lengkap, tidak menutup kemungkinan bahwa China akan melahirkan merek-merek untuk menyaingi mereka. Atau pengusaha-pengusaha China yang kaya, mengambil jalan pintas dengan cara membeli merek-merek premium dari negara lain.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized