Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

KFC Berkokok di China

Monday, 06 June 2011

Tahun 1987, KFC mulai membuka outlet mereka yang pertama di China. Gerai mereka yang pertama adalah di Tiananmen Sqaue di kota Beijing. Sungguh beruntung, perusahaan ini dipimpin oleh Sam Su, sosok pemimpin yang sangat visionair tetapi sekaligus memiliki kemampuan strategi bisnis yang sangat piawai. Sam Su adalah CEO yang sangat berorientasi pasar. Inilah yang membuat strategi KFC menjadi sangat efektif dan meraih kesuksesan yang monumental di China.

KFC memiliki gerai di China lebih dari 3.000 di tahun 2010 dan dengan mudah untuk menembus angka 4.000 gerai dalam 3 tahun mendatang. Pesaingnya McDonald’s jauh tertinggal. Setiap tahun, ratusan gerai KFC terus dibuka dan menjadikan pasar China adalah pasar KFC terbesar setelah Amerika Serikat. Bukan hanya penjualan yang bertumbuh baik dalam penjualan tetapi juga dalam hal profitabilitas.

Apa rahasia sukses dari KFC? Pertama, perusahaan ini benar-benar memformulasikan strategi bisnisnya sesuai dengan keinginan pasar. Sam Su sebagai pimpinan KFC di China, pernah dihadapkan pada situasi dimana harus menentukan prioritas. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri fastfood, maka sistem operasi adalah hal yang sangat penting. Apalagi, dengan jumlah gerai yang banyak dan sekaligus tersebar secara geografis, maka sistem dan IT akan menjadi tulang punggung kesuksesan dalam bisnis ini.

Walaupun demikian, Sam Su beserta para manajer lokal di China, sangat percaya bahwa untuk sukses di China, maka membuat menu yang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen adalah hal yang sangat penting. Mereka banyak melakukan riset pasar dan mencoba untuk terus mendengarkan apa yang diinginkan oleh konsumen. Maka, KFC tidak segan-segan untuk menjaga kualitas makanan dan sekaligus membuat menu yang sesuai dengan lidah konsumen China.

KFC menawarkan bubur ala China. Mereka membuat menu yang sesuai dengan selera lokal tetapi dengan citra Amerika. Menu ini ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dan menjadi menu favorit konsumen China. KFC telah banyak belajar dari kesalahannya di beberapa negara termasuk yang di Hongkong.

KFC masuk ke Hongkong tahun 1973 dan kemudian menambah gerainya dengan cepat hingga menjadi 11. Pada tahun 1975, semua gerainya harus tutup karena gagal untuk mengembangkan bisnisnya. KFC di Hongkong, tidak mengenal konsumennya dengan baik dan mereka tidak melakukan modifikasi menu sesuai dengan selera konsumen lokal.

Cerita yang hampir sama juga terjadi di Taiwan. KFC masuk ke Taiwan dengan bermitra dengan pengusaha dari Jepang. Akhirnya, KFC kemudian menuai kegagalan dan harus menutup gerainya. Agaknya, pelajaran kegagalan dari 2 negara ini telah membuat KFC menjadi lebih memahami bisnis model dan pengembangan strategi ketika masuk ke pasar China.

Faktor kedua yang membuat KFC menjadi sukses di China adalah strategi positioning dari perusahaan ini yang tepat. Mereka dengan cepat memposisikan produknya sebagai makanan yang relatif sehat dan dekat dengan konsumennya. Penduduk China yang semakin baik tingkat edukasinya telah meningkatkan kesadaran sebagai konsumen yang ingin mengkonsumsi makanan sehat.

Persepsi sehat ini memang karena KFC lebih banyak menjual ayam dan bukan hamburger. Ini salah satu keuntungan dari produknya bila dibandingkan dengan makanan cepat saji lainnya seperti Mc Donald’s. Posisi sebagai makanan sehat ini, juga tercipta karena KFC juga memang mengembangkan menu-menu lokal yang dipersepsi sehat oleh konsumen China.

Faktor ketiga sebagai penentu kesuksesan KFC di China adalah kemampuan KFC membangun persepsi dalam benak konsumen China sebagai makanan Barat yang melakukan pendekatan dengan budaya mereka. Ini bisa terjadi karena KFC memilih mitra lokal yang tepat. KFC menggandeng Beijing Corporation of Animal Production dan Beijing Travel & Tourism Corporation. Kedua perusahaan ini adalah perusahaan milik negera. Tidak mengherankan, kemudian mereka banyak menggunakan tenaga-tenaga lokal pada tingkat manajer. Itulah sebabnya, banyak program dari KFC, dirasakan oleh konsumen sebagai program yang sesuai dengan budaya mereka sebagai orang China. Hal inilah yang juga membuat konsumen China memiliki persepsi yang sangat baik terhadap KFC.

Konflik karena perbedaaan budaya kerja juga relatif minimal. Padahal, sebagian besar perusahaan-perusahaan yang masuk China, seringkali mengalami hal ini. Mereka sulit mengerti gaya manajemen di China dan sebaliknya juga demikian. Manajer dan staf lokal di China juga sering merasakan adanya gap dengan para eksekutif yang berasal dari negara-negara Barat. Konflik antara 2 manajemen yang berbeda seperti inilah yang membuat perusahaan multinasional seringkali tidak berhasil mengembangkan bisnis mereka di China.

Strategi pemasaran yang efektif adalah faktor keempat yang membuat KFC menjadi salah satu perusahaan Amerika yang sukses masuk ke pasar China. KFC mempunyai banyak program promosi yang efektif menjaring konsumen baru. Misalnya saja, berbagai voucher yang dikeluarkan oleh KFC, ternyata mendapatkan respon yang paling tinggi dibandingkan dengan para pesaing mereka dalam industri makanan cepat saji. Selain itu, kemampuan mereka untuk memilih lokasi yang tepat, desain gerai yang sesuai dengan selera konsumen, telah menjadikan KFC memiliki brand awareness dan brand image yang kuat di pasar China.

Dalam hal inovasi produk, KFC senantiasa lebih cepat dibandingkan dengan para pesaingnya. Mereka tidak segan-segan untuk meluncurkan makanan ala Sichuan dan kemudian dimodifikasi supaya menjadi makanan yang unik.

Kolonel Sanders yang meninggal di tahun 1980, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa bisnisnya demikian sukses di China. Resep ayam yang diciptakan, setiap harinya dimakan oleh jutaan konsumen di China. Konsumen mengatakan “hao chi” yang artinya enak, sambil melirik potret kolonel Sanders yang selalu terpampang di setiap gerai KFC.

Kesuksesan KFC juga telah menjadi salah satu contoh bisnis model bagi setiap multinasional yang ingin masuk pasar China. Perusahaan harus mengerti selera konsumen lokal. Mereka juga harus memahami budaya China agar mudah diterima oleh konsumen. Perusahaan harus memiliki mitra lokal yang benar-benar cocok untuki menjalankan bisnis di China. Rupanya, KFC sangat terbuka membagikan resep sukses bisnisnya untuk diketahui oleh perusahaan lain, termasuk para pesaingnya. Yang masih rahasia tentunya adalah resep ayam gorengnya.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized