Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Kendala Membangun Merek lewat Internet

Wednesday, 10 December 2008

Media tradisional telah menurun efektivitasnya. Menentukan model bauran media (media mix modeling) menjadi suatu hal yang sangat sulit. Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan. Implikasinya, penyusunan anggaran untuk menentukan media menjadi semakin rumit. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, tidak hanya sekedar jangkauan dan frekuensinya tetapi bagaimana keefektifan  setiap media bisa diukur secara akurat. Inovasi di bidang media terus bergulir. Internet menjadi sebuah pilihan paling menarik dalam model bauran media (mix media modeling).

 
Perkembangan internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Diperkirakan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 25 juta orang. Bahkan Indonesia termasuk negara yang memiliki pertumbuhan pengguna internet terbesar di dunia. Potensi penetrasi internet, tentu, memunculkan peluang baru bagi para pemasar untuk melirik medium internet sebagai wahana aktivitas dalam membangun merek.
 
Saat ini, sebagian besar perusahaan setidaknya memiliki situs untuk merek dan produk (citra situs, situs perusahaan, dan situs e-commerce). Internet akan menjadi sebuah bentuk komunikasi yang mengkombinasikan berbagai fungsi, seperti penyediaan informasi, pengembangan merek, dan bersifat persuasif.  Situs perusahaan mengkombinasikan teks dan gambar pada halaman yang berbeda melalui teknologi interaksi untuk memberikan informasi dan membangun merek perusahaan. Sebuah pendekatan unik untuk peningkatan ekuitas merek secara on line adalah desain situs yang diperuntukan bagi merek.
 
Bayangkan, ketika konsumen melihat situs merek atau produk, dia sedang berada pada sebuah pengalaman virtual. Kekuatan pengalaman virtual adalah sebuah fungsi dimana seseorang merasa lebih memiliki keterlibatan tinggi terhadap sebuah merek atau produk. Mereka secara bebas bisa menentukan panjang pendek informasi yang ingin mereka serap dan perilaku ”klik” mempermudah mereka untuk mengeksploitasi sumber informasi lebih detail. Semuanya akan mengalir tanpa kontrol dari pemasar.
 
Sisi interaksi yang dimiliki internet menawarkan kepada pasar sebuah peluang baru untuk membangun indentitas merek yang lebih kuat yang memiliki potensial untuk merubah menjadi loyalitas merek. Sehingga tingkat interaksi pada sebuah situs merupakan faktor penentu dalam merubah pengunjung dari tertarik untuk kontak menjadi konsumen yang interaktif. Disamping tingkat interaksi, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap niat untuk berkunjung kembali ke situs adalah kualitas situs dan desain, kepuasan keseluruhan terhadap situs, sikap terhadap situs, jenis informasi, mudah penggunaannya, bersifat menghibur, dan sikap terhadap merek.
 
Untuk membangun sebuah merek, pemasar harus memperhatikan berbagai faktor seperti fitur, tingkat kualitas, desain kemasan, memilih nama, logo, symbol, karakter, terlibat dalam kegiatan sponsorship, penetapan harga dan distribusi, dan penggunaan sejumlah bentuk promosi secara virtual yang tidak terbatas untuk mengkomunikasikan pesan merek. Dengan berbagai faktor tersebut, banyak pertanyaan yang muncul berkenaan penggunaan internet sebagai medium membangun merek. Pada tahap apa, internet memiliki peran membangun merek?Apakah internet memiliki keunikan dalam kualitas membangun merek yang berbeda dengan media tradisional lainnya?Apakah semua kategori produk atau hanya kategori produk tertentu yang sesuai menggunakan internet? Apakah ada pengukuran yang terbaik untuk mencatat dan menilai kekuatan merek melalui internet?
 
Selain berbagai pertanyaan tentang situs merek, ada pemikiran tradisional yang belum dapat diterima sebagian kalangan. Pemikiran tradisional yang memandang sesungguhnya internet adalah sebuah media direct-response menekankan bahwa rata-rata ”klik” adalah mandatori terhadap kesuksesan sebuah situs merek dan hanya melalui rata-rata ”klik” dapat mengukur secara efektif kekuatan internet dalam membangun merek. Apakah cara pandang seperti ini bisa dibenarkan?
 
Pengukuran kinerja situs merek masih jauh dari standarisasi pengukuran. Pengukuran efektivitas situs sulit untuk mengetahui apakah bergantung pada rata-rata ”klik” atau respon konsumen setelah kampanye. Sampai saat ini, belum ada baik dari pihak pengiklan dan media buyers telah menuntut adanya pengukuran yang seragam sehingga mereka bisa membandingkan sesuatu yang sama antar media. Dibawah ini beberapa masalah terhadap kegagalan pengukuran  khususnya jika dihitung dari rata-rata ”klik” sebagai berikut:
  • Caching yakni menyimpan halaman situs di hard disk atau server agar saat dibuka kembali bisa lebih cepat. Sehingga saat dibuka kembali halaman situs yang bersangkutan tidak perlu di down load. Akibatnya, pengiklan tidak bisa mendapatkan data yang akurat mengenai lalu lintas ke situs tersebut.
  • Proxy server-server khusus yang menjadi perantara unduhan dari luar saat komputer pengguna berada di belakang firewall-bisa mengunduh informasi untuk puluhan bahkan ratusan pengguna di dalam satu perusahaan walaupun IP address yang tercatat hanya satu saja, yakni IP address proxy server.
  • Cookies-file dalam bentuk teks yang disimpan di hard drive pengguna- bisa digunakan untuk pemasar memberikan layanan yang lebih cuztomized dengan mengidentifikasi tamu yang datang ke situs mereka dan menyesuaikan iklan yang tampil dengan unduhan yang pernah mereka lakukan. Hanya saja, cookies hanya bisa mengidentifikasi komputer pengguna bukan si penggunanya. Sehingga, pencatatan yang dilakukan dengan cookies tidak bisa mencatat secara akurat profil dan demografi konsumen.
 
Ada satu hal yang mampu mengatasi kendala rata-rata ”klik” dalam membangun merek yaitu flow of experience. Maksudnya adalah internet sesungguhnya sebuah media yang paling bagus untuk mengetahui sejauh mana seseorang tertarik dengan merek, apa mereka memproses seluruh informasi yang ada di situs merek. Dari mulai ”klik” pertama sampai presentasi dalam situs merek berakhir. Artinya pelanggan melewati setiap tahapan keperilakukan dari mulai memahami informasi, perubahan sikap sampai menumbuhkan niat beli terhadap merek. Sehingga kesuksesan membangun merek melalui internet harus memperhatikan peran dari flow of experience. Ada beberapa al yang bisa dilakukan yaitu menyediakan informasi yang relevan, pilihan interaksi yang menarik, penggunaan fitur yang mengandung unsur hiburan, dan adanya interaksi aktivitas dalam situs misalnya forum diskusi, down load, up load, e-mail, games.
 
R. Pradopo
 
Head of Marketing Knowledge
Frontier Consulting Group

 

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized