Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Gaya China Menghadang Serbuan Digital Amerika

Thursday, 31 May 2012

Ketika industri digital mulai bangkit dan menjelma menjadi industri yang menjanjikan, negara Amerika terlihat mulai terlihat kehebatannya lagi. Lihat saja Google, Amazon, Facebook, Yahoo, YouTube, ebay dan sederet perusahaan atau situs yang hebat, semuanya ini berasal dari Amerika. Keperkasaan Amerika ini akan semakin terlihat bila ditambah dengan perusahaan lama seperti Apple, Microsoft dan perusahaan IT lainnya yang kemudian melakukan diversifikasi di bidang teknologi digital.

Nilai kapitalisasi perusahaan ini mencengangkan. Google sudah mencapai ribuan triliun dan hanya butuh waktu kurang dari 10 tahun. Demikian juga dengan Facebook yang baru saja go public, sudah mendekati angka ribuan triliun saat IPO dan mungkin diharapkan mampu mengejar Google. Apple telah menjadi perusahaan yang paling mahal di dunia karena didorong dengan pertumbuhan teknologi digital dan perilaku digital dari konsumennya di seluruh dunia.

Di tengah-tengah semua perkembangan ini, Indonesia menjadi bangsa yang mengkonsumsi dengan baik. Indonesia adalah pengguna BBM yang sangat besar dan masih bertengger menjadi negara besar untuk Facebook. Untuk melihat perilaku digital orang Indonesia, Anda bisa masuk ke situs Alexa.com. Melalui situs ini, banyak informasi perilaku digital yang mudah dan cepat diperoleh. Memang, untuk mendapatkan informasi mengenai sebuah situs dengan detil, Alexa.com tidak akan sebaik Google Analytics. Tetapi, untuk informasi yang bersifat global, situs ini memberi informasi awal yang sangat menarik.

Situs apa yang sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia? pertama adalah Facebook dan kemudian disusul oleh Google.co.id, Google.com, Blogspot.com dan kemudian YouTube. Di 5 besar situs ini, tidak ada satupun situs yang berasal dari dalam negeri. Kaskus dan Detik, berada di urutan 7 dan 9. Bila kita lihat berbagai negara yang belum maju atau yang jumlah penduduknya kecil, situs-situs top yang mereka kunjungi, relatif sama dengan yang di Indonesia.

 

Digital di China

China sungguh menyadari kekuatan ekonomi digital di masa mendatang. Mereka terlihat tidak rela melihat produk Amerika merajalela di negerinya. Memang, seringkali yang digunakan sebagai alasan adalah bersifat politik. Google diminta untuk melakukan sensor yang ketat. Demikian juga, berbagai situs media sosial dilarang masuk ke China. Dibalik alasan politis seperti itu, rasanya mudah diduga bahwa pemerintah China ingin memberikan perlindungan terhadap ekonomi dalam negeri. Mereka mengerti benar untuk mengatur regulasi dalam berbagai industri agar daya saing mereka bisa berkembang.

Industri -industri yang sudah merasa siap bersaing dengan perusahaan multinasional seperti industri makanan dan minuman, dibiarkan untuk bebas bagi investasi asing. Beberapa industri yang kurang siap seperti telekomunikasi, perbankan dan media, mereka buat aturan kerja sama investasi yang ketat dan menguntungkan perusahaan milik negara maupun swasta dalam negeri. Pengetatan aturan ini bisa berupa pengaturan dalam kepemilikan maupun keterbatasan akses pasar atau membatasi produk tersebut untuk dipasarkan. Ini juga yang dilakukan untuk industri digital.

Hasilnya tidak mengecewakan. Dari Alexa.com terlihat bahwa 4 situs top di China adalah perusahaan China sendiri. Di uratan pertama adalah Baidu.com. Bahkan, kehebatan Baidu ini mungin hanya di China tetapi bila dilihat secara global, Baidu sanggup bertengger di posisi kelima dari semua situs yang diakses penduduk dunia. Ini bisa terjadi karena memang jumlah pengguna Baidu di China sendiri sudah sedemikian besar sehingga tetap memberikan kontribusi bila dihitung secara global. Situs Baidu ini sudah berharga ratusan triliun dan mungkin suatu saat menjadi ribuan triliun pula.

Di posisi kedua adalah QQ.com. Kalau Baidu bersaing dengan Google, maka QQ.com adalah portal utama di China. Kalau ebay hebat di Amerika, maka China memiliki Taobao.com. Situs ini bertengger di posisi ketiga sebagai situs yang paling banyak diakses oleh konsumen di China. Di posisi keempat adalah Sina.com yang merupakan pesaing whatsApp.

Ogilvy and Mather, konsultan di bidang komunikasi, pernah mempublikasikan mengenai digitalisasi di China. Terlihat bahwa hampir semua pemain digital besar di Amerika, ada saja pesaingnya di China. Kalau dunia mengenal wikipedia, maka di China ada Dianping.com. Untuk video sharing, kita banyak mengakses YouTube, tetapi di China ada Top100.com. Untuk para blogger, maka China memiliki situs WeLink.com dan Groupon di Amerika, mendapatkan pesaing di China yaitu Manzuo.

China terlihat serius untuk hal ini. Oleh karena itu, berbagai komplain karena kebijakannya yang tidak bersahabat dengan perdagangan bebas, tetap saja tidak dihiraukan. Mereka melihat, bahwa ekonomi digital ini, kelak akan menjadi sangat besar. Ketertinggalan dengan Amerika di bidang ini, akan menyulitkan ambisi negara ini untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di sekitar tahun 2025 hingga 2030.

Indonesia akan menikmati revolusi digital. Konsumen akan merasakan kenyamanan dan kemudahan untuk mendapatkan informasi. Hanya saja, beberapa tahun kemudian, pemerintah akan menyadari bahwa neraca dagang kita dalam bidang digital, akan defisit besar. Akan ada banyak produk-produk impor yang dilakukan oleh jutaan individu di Indonesia. Mereka tidak perlu mempunyai Angka Pengenal Impor (API) tetapi cukup mengetik no kartu kreditnya, untuk mendapatkan layanan digital dari mancanegara terutama dari Amerika. Pemerintah Indonesia, rasanya perlu untuk memikirkan insentif khusus untuk memajukan industri digital di Indonesia untuk mengubah fenomena ini terjadi di masa mendatang.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized