Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

e Marketing

Thursday, 05 March 2009

Teknologi telah merubah dunia bisnis menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan di beberapa industri, teknologi telah menjadi keunggulan bersaing. Perkembangan teknologi yang begitu cepat memaksa setiap pelaku usaha untuk berpikir bagaimana menjadikan teknologi sebagai keunggulan bersaing di pasar. Proses bisnis harus mengalami reengineering agar supaya pemanfaatan teknologi informasi sebagai pendukung fungsi bisnis khususnya pemasaran menjadi fit.

Pembicaraan tentang bagaimana e-Business dan internet merubah praktek-praktek pemasaran telah menjadi isu penting dalam pengembangan ilmu pemasaran. Isu ini akan membawa transformasi pemasaran secara dramatis, dan akhirnya akan mengarahkan pada kinerja bisnis yang superior. Setelah gagalnya bisnis dotcom di tahun 2000-an, dampak potensi teknologi informasi dievaluasi kembali, sehingga menghasilkan sebuah potensi transformasi di bidang pemasaran. Teknologi informasi memiliki peranan penting dalam mendukung dan meningkatkan praktek-praktek bisnis dan pemasaran. Perusahaan di Indonesia terutama B to B telah menggunakan e-marketing sebagai pelengkap saluran pemasaran tradisional dan juga memiliki peluang sebagai keunggulan bersaing.

Sebelum strategi penggabungan teknologi informasi dilakukan, kita harus mengetahui praktek-praktek pemasaran terkini. Berdasarkan kerangka Contemporary Marketing Practices (CMP) membedakan empat tipe praktek pemasaran:

  1. Transaction Marketing (TM), pendekatan tradisional 4P untuk menarik pelanggan pada segmen pasar tertentu. Misalnya,  consumer banking salah satu Bank di Indonesia hanya berfokus pada aktivitas eksternal termasuk iklan.
  2. Database Marketing (DM), penggunaan alat database untuk memilih kalayak sasaran pada segemen tertentu. Misalnya perusahaan consumer goods mengembangkan sebuah database pelanggan dan mengintegrasikan database dengan akitvitas pemasaran eksternal.
  3. Interaction Marketing (IM), pengembangan interaksi personal antara karyawan dan pelanggan individu. Misalnya pelayanan professional seperti klinik kesehatan atau kantor bantuan hukum dimana pelayananya didasarkan pada interaksi face-to-face.
  4. Network Marketing (NM), pengembangan hubungan antara pelanggan dan perusahaan melalui jaringan. Misalnya, Untuk meningkatkan pelayanannya, pabrikan otomotif membangun sebuah hubungan bisnis dengan perusahaan yang bergerak di jasa keuangan.

Meskipun prkatek TM, DM, IM, dan NM berbeda, ini bukan berarti mereka berdiri sendiri. Kerangka CMP menyarankan keempat hal tersebut untuk saling terintegrasi pada level yang berbeda atau bahka saling melengkapi.  Namun demikian, perkembangan e-business dan internet telah merubah kerangka CMP. Perubahan tersebut mempertimbangkan asosiasi praktek pemasaran dengan IT-enabled interactivity. Kemudian muncul aspek kelima dari CMP yaitu e-Marketing (eM).

e-Marketing (eM), merupakan aspek pemasaran dengan menggunakan internet dan teknologi interaktif untuk menciptakan media dialog antara perusahaan dengan pelanggan yang teridentifikasi. eM dikarakteristikan sebagai aspek yang bergantung pada teknologi untuk meningkatkan interaktivitas dan ini yang membedakan dengan keempat aspek lainnya. eM melibatkan sebuah dialog secara elektronik yang memberikan akses informasi kepada pelanggan individu, dan sebagai akibatnya, penggunaan teknologi interaktif akan memberikan informasi tentang pelanggan kepada perusahaan. eM didukung oleh teknologi interaktif lainnya yang berhubungan dengancustomer relationship management, aktivitas penjualan, penelitian, analisa dan perencanaan.

eM juga terhubung dengan praktek pemasaran DM, NM, dan IM. Sebagai contoh, eM focus terhadap dialog real time yang dimungkinan dan dimediasi oleh teknologi informasi, dan juga pengembangan dari DM (database marketing). Sehingga komunikasi yang tercipta bukan satu arah namun memanfaatkan data pelanggan agar supaya lebih personal dan interaktif. Sama halnya dengan DM, eM juga mampu berkolaborasi dengan NM (network marketing), pelanggan dan perushaan dapat dihubungkan secara elektronik, dan ini berimpikasi terciptanya sebuah produk atau layanan yang lebih customize.

Penetrasi eM ke dalambisnis proses atau aktivitas pemasaran memang membutuhkan pengetahuan yang cukup. eM merupakan cara baru untuk berkompetisi yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Akan lebih baik jika program pengadoopsian teknologi ke dalam praktek-praktek pemasaran akan mengungkapkan sisi kesulitannya, terutama dari sisi sumber daya manusia.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized