Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Cash Back

Monday, 21 January 2008

Selama tahun 2007 ini, salah salah satu kata promosi yang populer adalah cash back. Industri kartu kredit, otomotif dan ritel, adalah industri-industri yang sedang getol mempromosikan cash back. Bagi mereka, inilah cara promosi yang lebih baik daripada diskon.

Pertama, cash back adalah program promosi yang relatif aman dalam menjaga citra produk. Produk-produk yang terus menerus memberikan diskon, akan sangat mungkin citra atau image merek produk akan mengalami degradasi. Konsumen akan mempunyai persepsi bahwa kualitas produk kita menurun sehingga terus menerus memberikan diskon.

Cash back memiliki fleksibilitas yang tinggi dibandingkan dengan diskon. Harga referensi tetap sama dalam benak konsumen. Misalnya, sebuah produk elektronik berharga Rp 1 juta dan diberikan cash back 10%. Konsumen masih berasumsi bahwa harga tersebut adalah Rp 1 juta. Bila diberikan diskon langsung sebesar 10%, maka sebagian konsumen akan memiliki referensi bahwa produk elektronik ini, harga sudah menjadi Rp 900.000,-. Implikasinya, bila suatu saat diskon diambil, maka konsumen mulai kecewa. Bila cash back diambil, kemungkinan konsumen akan kecewa lebih kecil.

Cash back juga lebih memungkinkan bagi 2 perusahaan untuk bekerja sama, terutama salah satu pihaknya adalah dengan industri kartu kredit atau kartu pembayaran lainnya. Dengan cara seperti ini, maka kedua belah pihak akan tetap diuntungkan. Banyak yang menerbitkan kartu kredit dapat mendorong pemakaian pemegang kartu kredit dan pihak ritel atau produsen juga diuntungkan.

Demikian pula, pola kerja sama seperti ini juga memungkinkan kedua belah pihak untuk saling membagi beban. Tentunya, besarnya beban ini akan sangat tergantung dari kekuatan posisi mereka. Bagi yang memiliki posisi lemah karena jumlah kartu kreditnya masih sedikit dan memiliki citra yang belum kuat, cenderung akan menanggung biaya cash back yang lebih besar. Sebaliknya, pihak ritel, produsen atau merchant, bisa saja menanggung porsi yang lebih besar bila posisi bank lebih kuat dalam hal mendatangkan pelanggan.

Ada beberapa problem dengan promosi seperti ini. Pertama, sama seperti dengan promosi yang melibatkan pemotongan harga, maka promosi ini sulit untuk digunakan sebagai bagian untuk diferensiasi. Pesaing cenderung mudah sekali untuk meniru program serupa. Demikian juga, pesaing yang lebih besar, dengan mudah untuk dapat memberikan cash back yang lebih besar. Akhirnya, perusahaan akan terjebak dalam perang cash back. Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk membuat skenario terbaik untuk menentukan kapan harus menarik program ini bila sudah terjadi perang cash back.

Problem kedua adalah mengenai tingkat loyalitas yang dapat diciptakan dari program ini. Kemampuan program ini untuk menciptakan loyalitas, relatif memang lebih baik dibandingkan dengan diskon langsung tetapi tetap saja jauh bila dibandingkan dengan berbagai program loyalitas lainnya seperti pembentukan komunitas atau program-program yang bersifat CRM.

Memberikan cash back kepada pelanggan, masih banyak variasinya. Pelanggan atau konsumen dapat diberi uang tunai secara langsung atau dalam bentuk voucher atau poin yang dapat dibelanjakan kembali. Perlu dilakukan survei terlebih dahulu untuk melihat, model manakah yang lebih baik. Kecenderungan menunjukkan bahwa pelanggan benar-benar menyukai mentahnya, yaitu uang cash dimana mereka memiliki kemerdekaan dalam menggunakan.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized