Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Blackberry Babak Kedua

Wednesday, 30 November 2011

Antrian panjang terlihat di mall Kelapa Gading di sekitar pertengahan bulan Nopember 2011. Hebatnya, banyak diantara mereka yang mulai mengantri sejak tengah malam. Rupanya, sebuah toko menjual Blackberry (BB) dengan diskon sebesar 50%. Karena jumlah yang boleh beli dibatasi sebanyak 250, tidak mengherankan kemudian konsumen berebut untuk mendapatkan nomor antrian. Kalau harga BB yang dibeli adalah 5 juta, maka diskon sebesar 50% ini memang menjadi daya tarik besar untuk berburu Blackberry.Maklum,Indonesia masih memiliki pasar BB yang sangat kuat.

Mungkin program yang istimewa ini dilakukan untuk menyambut even besar Research in Motion (RIM), produsen BB di Jakarta. Pertama, mereka meluncurkan produk barunya.Indonesia diberikan kesempatan sebagai negara pertama untuk meluncurkan versi BB yang baru, yaitu Onyx 3 atau Bellagio. Kedua, banyak petinggi RIM sedang berkumpul diIndonesia. Ini menunjukkan bahwaIndonesia adalah negara yang demikian penting bagi RIM. Mungkin baru kali inilah, RIM melakukan perhelatan besar dimana eksekutif berkumpul diJakarta.

Ketiga, RIM bersama dengan salah satu mitranya diIndonesia, meluncurkan outlet BB nya diIndonesia. Mungkin ingin menunjukkan betapa hebatnya permintaan pasar BB di Indonesia, maka program ini diluncurkan. Selain menjadi berita gratis, juga memberikan semangat kepada semua dealer-dealer di Indonesia dan memperlihatkan kepada petinggi RIM dari negara lain akan kekuatan RIM.

Maklum, ketika penjualan BB di Amerika dan global mengalami penurunan, BB di Indonesia justru menunjukkan kinerja yang kinclong. Penjualannya masih naik terus. Penguasaan pangsa pasar untuk Smart Phone masih menunjukkan grafik yang naik.

Di seluruh dunia, pangsa pasar BB di tahun 2011 mengalami penurunan, dari 3.2% di tahun 2010 menjadi 3.0% di tahun 2011. Untuk kategori Smart Phone, pangsa pasar BB di tahun 2010 yang semula adalah 18.7% menjadi hanya 11.7%. RIM mengalami penurunan yang sangat besar dalam pangsa pasar. Hal serupa juga dialami oleh Nokia yang menggunakan sistem operasi Symbian. Pemenangnya adalah Smart Phone yang menggunakan sistem operasi Android dimana salah satu mereknya adalah Samsung. Di tahun 2011 ini, secara merek, Samsung meraih kehormatan sebagai merek Smart Phone yang memiliki pangsa pasar terbesar.

 

 BB di Indonesia

Pasar ponsel diIndonesiamemang unik. Tidak mengherankan, BB yang pangsa pasarnya turun di pasar global, ternyata belum terlihat penurunannya di pasarIndonesia. Pengguna ponsel diIndonesia, memiliki motif yang berbeda dengan pengguna ponsel di negara-negara lain terutama Amerika, Eropa atau negara-negera maju.

Ponsel adalah produk yang melekat kuat dengan kepribadian konsumenIndonesia. Mereka menganggap ponsel adalah produk pribadi yang berharga dan seringkali lebih dari sekedar alat komunikasi. Inilah produk yang dapat menceritakan status sosial seseorang. Inilah produk dimana mereka bisa menghubungkan status sosial mereka dengan status sosial pengguna ponsel lainnya.

Ponsel adalah produk yang dibeli karena faktor gengsi dan bukan hanya karena fungsinya. Untuk golongan atas, faktor gengsi ini relatif dominan dibandingkan dengan faktor fungsionalnya. Tidak mengherankan, kategori Smart Phone ini bisa menjadi Stupid Phone di tangan konsumen Indonesia karena banyaknya fitur dan kelebihan Smart Phone yang tidak digunakan.

Sebelum BB, maka Nokia Communicator adalah raja di pasar Smart Phone. Pesaing yag lain, jauh tertinggal dibandingkan dengan produk ini. Seolah-olah, produk ini adalah ciri eksekutif mapan atau individu dengan status sosial yang mapan. Produk ini benar-benar memberikan kekuatan citra dan alat komunikasi kepada komunitas di sekitar mereka tentang status sosial.

Karena faktor gengsi yang dominan, loyalitas terhadap ponsel ini mudah dipatahkan saat ada produk lain yang lebih bergengsi. BB beruntung karena mendapatkan PR kuat dengan Obama danIndonesiamenyukai Obama. BB juga memiliki PIN, seolah-olah sebuah nomer yang berbeda dengan nomor telepon seluler yang sudah ada. Kata-kata PIN yang diajarkan oleh bank, memberi persepsi demikian positifnya bagi pengguna ponsel diIndonesia.

Lebih dari 50 % dari pengguna BB di Indonesia, membeli BB karena kuatir ditanya nomor PIN nya. Atau mereka mendahului orang lain yang ingin bertanya dan tidak ingin beresiko untuk ditanya PIN nya dan kemudian ternyata tidak punya. Sekali lagi, BB dibeli juga karena faktor gengsi, sama seperti Nokia Communicator. Mereka yang tidak sanggup membeli BB, kemudian memilih ponsel Qwerty dari merek lain yang mirip dengan BB. Tidak mengherankan, merek ponsel seperti Nexian, tahun ini, sudah terjual 10 juta, jauh lebih besar dari merek BB itu sendiri yang ditiru. Jumlah populasi BB sendiri di Indoensia, baru diperkirakan sekitar 5 juta unit.

 

BB di Masa Mendatang

Bagaimana nasib penjualan BB di Indonesia? Apakah BB juga akan mengalami penurunan seperti yang dialami pasar global? Akankah ponsel yang berbasis Android, terutama Samsung, akan segera mengejar BB seperti yang terjadi di banyak negera di dunia.

Saya yakin, situasinya akan berbeda dibandingkan dengan negara lain. Pertama, walau motif pembelian adalah gengsi, tetapi pengguna BB kemudian menikmati BBM dari produk ini. Inilah yang kemudian akan menjaga loyalitas BB di Indonesia. Mereka yang sudah terbiasa dengan BBM dan BBM grup, akan sulit untuk meningggalkan kebiasaaan ini. BBM memang terbukti membuat tagihan ponsel mereka lebih hemat, Pengguna BB senang tetapi menimbulkan kesedihan dari para operator. Selain ARPU yang menurun, operator juga dengan sangat terpaksa, membayar ke RIM sebesar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per bulan untuk setiap BB yang mengaktifkan layanan datanya.

BBM ini juga membuat komunikasi dalam komunitas yang semakin erat. Mereka merasa menjadi kelompok grup atau komunitas yang semakin kohesif. Inilah yang sangat sulit dipatahkan oleh kelompok lain. Bisa saja, akan muncul ponsel yang memilki gengsi yang lebih tinggi dari BB di kemudian hari, tetapi BBM ini, terutama BBM grup, akan menjadi exit barrier yang tidak mudah dipatahkan. Di Indonesia, sangat biasa kalau seseorang memiliki jumlah kontak lebih dari 100 dan memiliki grup lebih dari 10 grup. Kalau Anda ke Amerika, sangat sulit mencari pengguna BB yang memiliki grup lebih dari 5 grup. Di Indonesia, tidak aneh kalau ada yang memiliki grup hingga mencapai 20 grup. Kebiasaaan membuat grup seperti inilah menjadi daya tahan BB terhadap gempuran dari Android di masa mendatang.

Di Amerika, sudah banyak yang menggunakan software watch-up. Melalui piranti lunak ini, memungkinkan untuk berkomunikasi dengan ponsel lain yang berbeda sistem operasinya. Di Indonesia, sangat mungkin hal ini juga akan mematahkan loyalitas BB tetapi akan membutuhkan waktu yang lama.

Hal lain yang membuat BB di Indonesia aman untuk 2 hingga 3 tahun mendatang adalah pengguna ponsel Qwerty yang berjumlah hampir 20 juta. Mereka adalah pengguna ponsel yang suatu saat siap membeli BB bila harga sudah semakin murah atau bila pendapatan mereka sudah semakin baik. Bagi kelompok pengguna ponsel ini, BB adalah mereka aspiratif.

Setelah 2 atau 3 tahun, posisi BB belum tentu aman. Kejatuhan mereka di pasar global, pasti akan mempengaruhi pasar Indonesia. Kekuatan gengsi dari BB akan semakin melemah. Terlebih, bila BB kemudian terlambat meluncurkan versi yang lebih terjangkau untuk pengguna ponsel Qwerty dari China. Selain itu, RIM juga terlambat masuk dalam duniat ritel. Mereka banyak menggantungkan kekuatan distributor atau mitra mereka yang notabene adalah distributor merek lain. Buat mereka, menjual merek apapun tidak masalah, selama ini memberi keuntungan. Jumlah outlet BB yang cukup banyak dan kemampuan untuk memberikan purna jual, akan menentukan nasib BB di Indonesia. Kita tunggu di tahun 2014, dimana cerita BB akan memasuki babak kedua.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized