Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Big Data, Big Win (2)

Sunday, 09 August 2015

Liburan Lebaran yang baru saja lewat tentunya telah dinikmati dengan berbagai bentuk. Salah satu liburan yang paling menyenangkan adalah apabila kita bisa menikmati liburan bersama keluarga untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Seperti yang baru saja saya lakukan bersama keluarga, menikmati liburan Lebaran ke negara yang terkenal dengan kuliner dan keindahan wisatanya.

Apa yang biasanya Anda dan saya lakukan bila berlibur sendiri dan tidak menjadi bagian dari rombongan tur? Pertama, kita akan memesan tiket dan kedua melakukan pemesanan kamar hotel untuk menginap. Kalau kita bagian dari komunitas yang telah tersentuh dengan digital, pemesanan hotel akan kita lakukan melalui booking.comagoda.com, atau situs pemesanan hotel lainnya.

Kalau Anda sudah pernah menggunakan aplikasi ini untuk melakukan pemesanan kamar sebelumnya, maka cara terbaik setelah membuka halaman pertama adalah terus masuk dengan cara sign-in. Situs ini kemudian akan mengenal Anda dan seluruh perilaku saat menjelajah, seperti hotel apa yang pernah Anda pesan, hotel-hotel yang pernah Anda lihat, dan sebagainya. Bahkan, kalau Anda sudah menginap di suatu hotel, maka Anda akan segera mendapatkan e-mail berisi informasi tentang alternatif hotel yang tidak jauh lokasinya dari hotel yang Anda sudah pilih. Informasi soal pembayaran juga tersimpan rapi bersama data-data lainnya.

Industri online traveling merupakan salah satu industri dimana big data akan memainkan peran penting. Bila ditambah dengan informasi yang datang dari media sosial, maka volume data akan semakin besar, data mengalir secara kontinu, dan banyak data yang tidak terstruktur. Inilah tiga karakter dari big data; volume, velositas, dan variasi.

Industri ritel dan telekomunikasi adalah contoh lain yang memiliki potensi big data. Perusahaan-perusahaan seperti Alfamart, Indomaret, Hypermart, Giant, Telkomsel, Axiata, dan Indosat, adalah deretan perusahaan yang mampu memproduksi data berukuran terabyte per hari. Kalau dikumpulkan setiap tahun, bisa jadi ukurannya adalah petabyte atau ke depan, bisa menjadi exabyte. Data-data yang mereka peroleh berasal dari transaksi, media sosial, video, online digital, dan akan cepat meledak bila sudah menggunakan data-data biometrik.

Bagaimana dengan industri Anda sendiri? Apakah berpotensi untuk memiliki big data dan menggunakannya untuk membuat strategi yang lebih baik? Ini semuanya tergantung dari sumber data yang bisa diperoleh. Big data biasanya bersumber dari data-data digital seperti media sosial, video, dan data-data online lainnya. Sumber-sumber data tersebut sudah masuk untuk hampir semua industri di era ini. Biometriks yang mencatat perilaku alat atau manusia adalah sumber big data yang sangat penting.

Perusahaan consumer goods akan menghasilkan big data secara cepat kalau sudah menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk memonitor pergerakan barang dari pabrik ke gudang dan hingga distribusi. Demikian juga, ritel yang menggunakan alat-alat biometrik yang bisa mendeteksi pelanggan, akan cepat menghasilkan data-data dengan volume besar setiap harinya. Bahkan, sebuah chip yang ditanamkan dalam tubuh binatang misalnya, apabila ada software yang mampu membaca data-data biometriks melalui chip tersebut, juga akan menghasilkan data-data dengan volume yang besar.

Intinya, setiap industri yang banyak melakukan transaksi, banyak memindahkan barang, banyak memiliki mesin dan peralatan, banyak mengumpulkan informasi dan menjual konten serta banyak melakukan proses pembayaran adalah industri-industri yang di masa mendatang tidak akan dapat lepas dari big data. Oleh karena itu, selain industri yang sudah saya sebutkan di atas, industri e-commerce, perbankan, asuransi, media, otomotif adalah deretan industri yang harus siap-siap menghadapi era big data. Industri-industri ini sudah perlu mempersiapkan infrastruktur, sistem, kapasitas human resources, dan juga strategi untuk memenangkan persaingan melalui big data.

Penggunaan Big Data

Big data bisa digunakan oleh hampir semua divisi atau departemen dalam perusahaan, dan bukan hanya marketer. Big data yang berhubungan dengan masalah transaksi dan pembayaran sangat menarik bagi CFO dan tim keuangannya. Big data yang berhubungan dengan media sosial dan biometrik akan menjadi analisis yang besar manfaatnya untuk R&D dan juga bagian operasi. Big data yang dihasilkan oleh biometrik dan pergerakan barang akan bermanfaat bagi semua divisi yang terkait dengan logistik, produksi, dan delivery.

Dalam konteks strategi, ada tiga tujuan besar yang dapat dicapai melalui big data strategy. Yang pertama, melalui big data strategy, perusahaan mampu membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat. Ini sangat mudah dipahami karena memang esensi dari big data adalah kemampuan analitik perusahaan. Bank yang mengeluarkan kartu kredit misalnya, dengan mudah dapat memilah pelanggan yang baik dan pelanggan yang berisiko. Bank juga memperoleh informasi yang cepat dan akurat terhadap detail perilaku belanja serta mobilitas setiap pelanggannya. Bank penerbit kartu kredit, dengan menggunakan analisis big data, akan memiliki tingkat keyakinan yang jauh lebih tinggi untuk membuat program-program yang mendorong nilai transaksi.

Yang kedua adalah untuk menciptakan produk dan layanan yang baru. Ini adalah salah satu tujuan penting dalam strategi menggunakan big data. Perusahaan operator seluler mampu mengembangkan bisnis baru dengan melihat hasil analisis big data. Kebiasaan pelanggan seluler dalam menggunakan data misalnya, bisa memunculkan inovasi konten yang sangat penting bagi cross-selling. Telkomsel atau Axiata dengan mudah dapat memprediksi berapa besar demand dari sebuah produk atau layanan baru. Tanpa big data, estimasi terhadap potensi pasar adalah pekerjaan besar yang membutuhkan waktu lama dan juga sering tidak akurat.

Tujuan ketiga dari strategi penggunaan big data adalah mengurangi biaya atau efisiensi. Maklum, banyak big data adalah data dari digital dan biometrik, tidak mengherankan kalau biaya operasional akan mengalami penurunan. Teknologi konvensional sering membutuhkan banyak tenaga kerja dan fasilitas fisik. Digital menawarkan solusi yang efisien. Penyimpanan data dari perusahaan yang menerapkan big data juga menurun karena lebih banyak yang bersifat sentral dan menggunakan komputasi awan. Bank atau perusahaan asuransi bisa menarik semua data di cabang untuk disimpan di server sentral yang memang sudah ditujukan untuk memproduksi big data.

Haruskah Agresif?

Salah satu pertanyaan kritikal bagi BOD terhadap strategi big data adalah apakah harus agresif mengembangkan big data atau lebih baik konservatif? Tentunya ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan. Paling tidak, ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan perusahaan untuk lebih agresif dalam penerapan big data strategyPertama, kalau memang sudah ada pesaing yang menerapkan big data strategy dan sudah relatif lebih unggul. Kalau Anda masuk dalam perusahaan jasa pengiriman dan kemudian perusahaan seperti FedEx, DHL, dan UPS sudah menerapkan big data, tentunya harus mengembangkan strategi ini lebih agresif untuk menetralisir keunggulan pesaing.

Kedua, apakah big data strategy ini merupakan kunci sukses untuk memenangkan persaingan? Bila ya, tentunya perusahaan Anda harus lebih agresif. Banyak perusahaan kelas dunia memenangkan persaingan karena mereka adalah perusahaan yang sangat analitik.

Ketiga, apakah perusahaan Anda memang memiliki kemampuan analitik yang baik? Apakah perusahaan sudah memiliki sumber tenaga manusia yang memiliki knowledge dan skill yang melebihi pesaing? Juga, apakah perusahaan sudah memiliki sistem dan infrastruktur yang baik untuk menuju ke big data? Bila ya, perusahaan seperti ini perlu agresif untuk menerapkan big data strategy. Sebaliknya, perusahaan bisa melakukan secara konservatif atau moderat, bila dari ketiga faktor tersebut situasinya berbeda.

Handi Irawan D
CEO Frontier Consulting Group
@HandiirawanD

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized