Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Bersaing Melalui Informasi 1

Thursday, 01 November 2007

Sejak pertama kali Guttenberg menciptakan instrumen dalam industri percetakan, dibutuhkan sekitar 300 tahun untuk mencapai dua kali jumlah informasi yang berada dalam masyarakat. Menjelang akhir abad 20, diperkirakan hanya dibutuhkan sekitar 5 tahun saja untuk membuat jumlah informasi menjadi dua kali lipat. Dapat diduga, pertumbuhan jumlah informasi ini akan terus mengikuti pola eksponensial di masa-masa mendatang.

Para pelaku bisnis telah memasuki situasi dimana arus informasi demikian deras dan dahsyat. Bukan hanya penambahan jumlahnya yang mencengangkan, tetapi struktur informasi juga semakin kompleks. Ini jelas, merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh para manajer termasuk manajer di Indonesia. Perusahaan yang tidak mengolah informasi dengan baik dan tidak memiliki orientasi serta strategi yang benar dan efektif bagaimana suatu infomasi harus diolah menjadi suatu knowledge, akan kehilangan sebagian besar kemampuannya untuk bersaing.

Informasi yang terolah dan menjadi suatu knowledge telah menjadi aset yang lebih berharga dibandingkan dengan sumber daya lain seperti kapital, tenaga kerja maupun sumber daya alami. Dalam perekonomian modern ini, knowledge telah terbukti menjadi sumber daya yang paling dapat diandalkan dalam memberikan kontribusi untuk menunjang pertumbuhan perusahaan. Tidak mengherankan, informasi dan pengetahuan telah menjadi sumber dalam menciptakan keunggulan bersaing. Kadangkala, informasi dan pengetahuan ini bisa menjadi suatu keunggulan bersaing yang memiliki tingkat kesinambungan yang tinggi karena tidak mudah ditiru oleh perusahaan lain.

Nokia, Microsoft, Amazon, IBM, DHL, Dell Computer dan perusahaan besar lainnya, adalah sederetan nama perusahaan yang telah memberikan catatan bahwa kesuksesan bisnis mereka, sebagian karena didukung dengan pengelolaan informasi dan pengetahun yang efektif. Karena informasi, maka Nokia mampu menciptakan organisasi yang cepat belajar. Perusahaan yang mula-mula adalah produsen karet dan tissue ini, telah menjadi pemimpin pasar dalam industri selular pada tahun 1996. Para senior eksekutifnya memberikan gambaran yang jelas bagaimana informasi yang dikumpulkan, didiskusikan dan dibagikan kepada seluruh eksekutifnya di seluruh dunia telah menjadi bagian yang penting untuk memacu inovasi perusahaan.

Karena informasi, Amazon mampu menawarkan nilai ekstra kepada para pelanggannya. Mereka bisa mendapatkan informasi mengenai sesuatu lebih banyak dibandingkan dengan seseorang yang ingin membeli di toko buku tradisional. Karena informasi, maka Dell Computer menjadi perusahaan komputer dengan sistem selling yang paling efektif di dunia.

Karena pengelolaan informasi yang benar, maka DHL dan Fedex adalah perusahaan yang mampu memberikan pelayanan yang superior. Mereka terus berupaya melawan waktu yang menjadi musuh terbesarnya. Karena itu, kecepatan dalam memberikan informasi kepada seluruh jaringannya merupakan bagian paling penting dalam memberikan pelayanan ekstra kepada pelanggannya di seluruh dunia.

Shaheen, mantan CEO Andersen Consulting pernah mengungkapkan bahwa informasi yang terolah menjadi suatu pengetahuan adalah merupakan aset perusahaan kita yang paling berharga. Inilah sebenarnya yang kita jual. Oleh karena itu, kita harus terus menerus mengupayakan penyempurnaan. Seluruh karyawan harus mencari cara yang baru untuk mendapatkan dan menggunakan kembali informasi dan mengimplementasikan kepada perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Sebuah nasihat bijak untuk para manajer di Indonesia yang sebagian besar masih tidak memberikan tempat yang layak terhadap pentingnya informasi.

Pada hakekatnya, informasi adalah cara pelaku bisnis mengekspresikan, mengkomunikasikan dan membagi pengetahuan dengan orang lain untuk menyelesaikan suatu aktifitas dan mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, seseorang dapat memberikan informasi atau mendapatkan informasi mengenai suatu keputusan, aktifitas ataupun hasil pekerjaan dalam bisnisnya. Melalui informasi mengenai pasar, pelanggan, pesaing, produk dan pelayanan yang ditawarkan pasar dan berbagai informasi internal, manajer dan semua orang di dalam suatu perusahaan dapat menciptakan nilai bisnis dan sekaligus meningkatkan kinerja bisnisnya.

Adalah kewajiban setiap pelaku bisnis terutama mereka yang duduk pada posisi manajer dan pimpinan puncak. Peter Drucker menyebut dengan istilah information responsibility. Untuk setiap manajer dan pimpinan puncak diharapkan untuk mengerti dan memahami informasi yang mereka butuhkan dan menggunakan untuk mengambil keputusan serta berinteraksi dengan pihak internal maupun dengan pihak luar. Pelaku bisnis, secara terus menerus harus mengajukan pertanyaan untuk dirinya ; informasi yang apakah yang saya miliki? apa yang tidak saya miliki? kepada siapa yang bisa mengakses informasi ini? Dalam bentuk apakah? Kapan dibutuhkan?

Pada akhirnya, para pelaku bisnis harus mempu memberikan jawaban terhadap tiga hal. Pertama, mengapa informasi menjadi demikian penting sebagai bagian untuk memenangkan persaingan di industri, dimana perusahaannya berada di dalamnya. Kedua, prioritas informasi apakah yang harus diprioritaskan. Tidak semua informasi relevan dan memiliki manfaat yang sama untuk diolah menjadi pengetahuan dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Ketiga, bagaimana pelaku bisnis mengimplementasikan penggunaan informasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui karyawan maupun perangkat teknologi yang dimiliki.

Sebagai pelaku bisnis, sudahkah Anda memiliki pandangan, keyakinan dan perilaku yang benar dalam mengolah informasi untuk menjadi pengetahuan?

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized