Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Baidu Vs Google

Monday, 03 October 2011

Saat ini, dunia ramai membicarakan mengenai persaingan Google dan Facebook. Maklum, di tahun 2011 ini, kedua perusahaan meluncurkan produknya masing-masing yang terlihat bersaing frontal. Google meluncurkan Google + sebagai produk yang akan bersaing dengan Facebook. Di sisi lain, Facebook meluncurkan email dan berharap dapat bersaing dengan Gmail. Selain itu, Facebook juga meluncurkan berbagai aplikasi video yang berharap dapat menandingi popularitas dari YouTube, anak perusahaan Google.

Bagaiamana di China? Yang lebih menarik dibicarakan adalah persaingan Google melawan Baidu yang merupakan mesin pencari berbahasa China yang sanggup mematahkan dominasi Google di China. Apalagi di awal tahun 2010, saat Google memutuskan untuk keluar dari China, pangsa pasar Baidu meningkat hingga lebih dari 60%. Karena Baidu, maka China menjadi satu-satunya negara dimana supremasi Google bisa dipatahkan dengan telak.

Di seluruh dunia, Baidu, walau hanya melayani pengguna internet di China dan Jepang, sudah menjadi situs nomor 5 yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet. Mesin pencari ini, memiliki sekitar 800 juta halaman situs dan sekitar 80 juta gambar yang dapat diakses. Pada tahun 2007, Baidu menjadi satu-satunya perusahaan di China yang masuk bursa Nasdaq-100.

Baidu didirikan oleh Robin Li dan Erci Xu di tahun 2000 atau 2 tahun setelah Google berdiri. Baidu memiliki arti “ratusan kali”. Kata ini diambil dari sebuah puisi yang ditulis pada jaman dinasti Song. Puisi ini menceritakan pencarian dari seseorang gadis di tengah-tengah kesulitan dan segala hambatan. Sebuah pencarian mulia yang dilakukan ratusan kali atau bahkan ribuan kali, yang akhirnya memberikan hasil yang mengejutkan dan membahagiakan. Dari pemilihan kata ini saja, sudah mencerminkan tekat para pendiri untuk membangun sebuah mesin pencari yang memberikan hasil akhir terbaik.

Robin Li sebelum mendirikan Baidu, pernah bekerja di Wall Strett Journal di bagian edisi on-line. Selama bekerja di perusahaan inilah, Robin kemudian membuat algoritma untuk menyusun indeks situs. Setelah akhirnya mendapatkan paten dari pemerintah Amerika, Robin memutuskan untuk kembali ke China dan membuat mesin pencari sendiri.

Sebagai mesin pencari, Baidu memiliki produk yang memang kompetitif. Baidu bukan hanya sebagai mesin pencari biasa tetapi memang diciptakan khusus untuk pengguna internet di China. Baidu juga dilengkapi dengan map, berita, video dan bahkan juga sebagai tempat dimana komunitasnnya bisa berinteraksi. Salah satu keunggulan Baidu dibandingkan dengan Google di China adalah produk Baidu menyediakan penggunanya untuk dapat mengunduh lagu dan musik China. Keunggulan lain adalah penyediaan ensiklopedia China yang sangat lengkap dan tidak dimiliki oleh pesaing lainnya.

Tidak mengherankan, walau memiliki banyak pesaing seperti Google, Yahoo, Bing dan beberapa mesin pencari lokal lainnya, Baidu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Bahkan di bulan Juli 2011 ini, Baidu menunjukkan sebagai perusahaan yang inovatif dengan meluncurkan browser-nya sendiri yang diberi nama Baidu Browser. Banyak pengamat mengatakan bahwa kemampuan Baidu Browser ini akan setara dengan Google Crome. Kabar terakhir, Baidu juga berniat untuk meluncurkan Social Media sendiri. Bila demikian, Baidu akhirnya akan menjadi pesaing Ren-ren, sebuah social media yang merupakan pemimpin pasar di China.

 

Tangan Pemerintah?

Kemampuan Baidu untuk mampu bersaing dengan Google memang mengagumkan. Walaupun demikian, banyak yang tetap meragukan bahwa kompetisi antara kedua raksasa ini tidak pada level yang sama. Baidu, sebagai perusahaan lokal China banyak didukung oleh pemerintah dan sebaliknya, Google mendapat banyak hambatan dari pemerintah China. Pemerintah China terus menerus menekan Google untuk melakukan sensor semua situs yang tidak disukai oleh pemerintah China. Seluruh tekanan-tekanan ini, yang akhirnya membuat Google memutuskan untuk hengkang dari China dan memilih menggunakan markasnya di Hongkong untuk melayani penggunannya di China. Sebaliknya, Baidu sejak semula, saat didirikan, sudah melakukan sensor sesuai dengan keinginan pemerintah China.

Salah satu produk Baidu yang legalitasnya sering menjadi debat adalah Baidu MP3. Inilah produk dimana para penggunanya dapat mengunduh lagu-lagu kesukaannya. Banyak pihak berpendapat bahwa pemerintah China sengaja membiarkan hal ini karena menjadi produk dimana Google tidak mampu menyediakan. Melalui produk ini, trafik pengguna internet ke Baidu bisa meningkat hingga 30%.

Terlepas dari faktor dukungan dari pemerintah China, Baidu sendiri telah memperlihatkan sebagai mesin pencari yang berkualitas. Mereka memahami benar kebutuhan penggunannya dan terus berinovasi. Mereka juga bersikap manis kepada pemerintah China agar mendapatkan dukungan. Dengan memanfaatkan nasionalisme dari rakyat China, Baidu akhirnya menjadi pemenang di negara sendiri. Rakyat China juga akhirnya bangga akan perusahaan ini.

Google memang masih memiliki kapitalisasi yang jauh lebih besar dari Baidu. Tetapi, dengn nilai kapitalisasi Baidu yang sudah lebih dari US$ 50 milyar, Baidu telah menjadi aset yang besar. Paling tidak, Baidu akan mampu menbendung larinya devisa ke Amerika Serikat.

Di masa mendatang, ribuan perusahaan di Indonesia harus membayar jasa Google atau mesin pencari lainnya dan Facebook atau situs social media lainnya. Indonesia akan menjadi importir besar untuk jasa teknologi digital. Di China, mereka memiliki Google Vs Baidu. Di Indonesia, yang ada adalah Google Vs Facebook.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized