Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Audit Kesiapan Memasuki Era Digital Marketing

Wednesday, 03 August 2011

Apakah perusahaan Anda sudah siap untuk menyambut era Digital Marketing? Dengan pertanyaan sederhana ini, banyak CMO dari perusahaan besar memberi jawaban bahwa perusahaannya siap untuk memasuki era Digital Marketing. Ketika ditanya lagi “Apa alasan yang mendasari keyakinan bahwa perusahaan Anda sudah siap memasuki era Digital Marketing?” Sebagian besar menyatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan tim dan bahkan kemudian menunjukkan bahwa perusahaan mereka sudah memiliki dan menggunakan webfacebooktwitter dan beberapa tool digital lainnya. Setujukah Anda dengan jawaban seperti ini ?

Di satu sisi, memang bahwa semua program Digital Marketing yang telah dilakukan oleh perusahaan menunjukkan kesadaran dari perusahaan akan pentingnya Digital Marketing di masa mendatang. Mereka sudah mulai mempersiapkan dan langsung melakukan berbagai aktifitas programnya. Paling tidak, sudah lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki tim sama sekali dan belum memiliki berbagai digital tool yang saat ini sudah tersedia.

Dalam perspektif yang lebih besar, semua digital tool yang dimiliki perusahaan ini, tidak memberikan gambaran akan kesiapan perusahaan untuk bersaing di era Digital Marketingseutuhnya. Digital Marketing tidak dimulai dengan teknologi atau berbagai tool yang ada.Digital Marketing juga tidak dimulai dengan segala program social media untuk mendorong penjualan atau popularitas sebuah merek. Digital Marketing adalah sebuah mind-set yang baru. Digital Marketing memerlukan sebuah pemikiran untuk mengkaitkan dengan visi dan strategi perusahaan untuk bersaing di masa mendatang.

Oleh karena itu, CEO dan CMO perlu untuk melakukan evaluasi dalam perspektif dan paradigma yang baru. Evaluasi dan audit terhadap kesiapan perusahaan menghadapi eraDigital Marketing ini, tidak bisa diserahkan kepada para supervisor atau bahkan tingkatan manajer. Bila ini dilakukan, audit yang akan mereka berikan lebih banyak terfokus kepadatool dan program Digital Marketing yang telah mereka lakukan selama ini. CMO sendirilah yang harus melakuan audit kesiapan. Ini akan menjadi kritikal terutama bagi perusahaan yang berada di dalam industri dimana peran Digital Marketing akan semakin besar.

Membuat program dan memilih digital tool adalah sesuatu yang sederhana. Perusahaan dapat melakukan hal ini, dalam hitungan bulan. Mereka juga bisa menggunakan tenagaoutsourcing untuk melakukan hal ini. Tidak mengherankan, tiba-tiba dalam waktu 6 bulan, perusahaan sudah merasa sudah memiliki berbagai aktifitas Digital Marketing. Suatu saat, daya tahan dan kemampuan perusahaan ini akan mulai teruji ketika Digital Marketingsudah menjadi key success factor bagi perusahaan untuk membangun merek dan mempengaruhi penjualan secara signifikan.

 

5 Indikator Internal

Heather, seorang pakar dalam bidang Digital Marketing meringkaskan dalam 5 indikator internal yang dapat digunakan untuk melakukan audit kesiapan perusahaan.

Pertama adaalah Crisis Mode atau penanganan terhadap krisis. Bagaimanakah perusahaan merespon terhadap berita buruk yang menimpa perusahaan? Apakah perusahaan kemudian mencoba menutupi persoalan atau justru melakukan menganalisa berdasarkan visi, misi dan filosofi perusahaan? Apakah budaya tanggung jawab dan prinsip-prinsip akuntabilitas dimiliki oleh perusahaan? Pertanyaan- pertanyaan seperti ini sungguh penting untuk perusahaan memasuki era digital. Dalam era digital, konsumen memiliki kontrol dan melakukan ekspresi dalam berbagai bentuk. Mereka akan kritis dan pembicaraan negatif akan menyebar secara cepat. Perusahaan akan selalu berhadapan dengan situasi seperti ini.

Kedua adalah customer centricity adalah seberapa dalam perusahaan telah meletakkan pelanggan sebagai stakeholder utama bagi perusahaan. Apakah perusahaan memiliki cara-cara mendengar suara pelanggan? Apakah mereka memiliki suatu sistem yang memungkinkan setiap departemen untuk bisa berbagi informasi? Atau sebaliknya, perusahaan masih memiliki mental silo dimana setiap departemen hanya bekerja sendiri-sendiri?

Dalam era Digital Marketing, memiliki berbagai saluran dan touch point yang selalu mampu memonitor suara pelanggan sungguh sangat penting. Demikian pula, kerja sama antar departemen untuk berbagai informasi dan menjadi suatu proses yang dapat menciptakan nilai tambah, adalah bagian penting bagi perusahaan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki era Digital Marketing. Tidak seperti conventional marketing yang banyak mengandalkan departemen marketing dalam mengeksekusi strategi dan program marketing, maka Digital Marketing benar-benar membutuhkan cross-functional untuk setiap implementasinya.

Indikator ketiga adalah inovasi. Bagaimana perusahaan memiliki proses inovasi adalah bagian indikator yang penting terhadap kesiapan untuk memasuki era Digital Marketing. Perusahaan yang siap untuk memasuki era Digital Marketing adalah mereka yang selalu mengedepankan inovasi untuk menjaga pertumbuhan perusahaan. Dalam era digital, perubahan akan semakin cepat dan perusahaan membutuhkan inovasi terus menerus untuk bertahan dan bertumbuh. Mereka yang siap adalah perusahaan yang sudah menggunakan berbagai digital tool untuk menciptakan kolaborasi internal agar inovasi bisa berjalan efektif. Ide dan konsep yang inovatif, dievaluasi bersama.

Indikator keeempat adalah Management Style. Seperti yang pernah saya tulis di edisi sebelumnya, pola kepemimpinan yang sesuai dalam era digital ini adalah open leadership. CEO dan CMO haruslah terus menerus mengkomunikasikan visi, misi dan harapan perusahaan. Mereka selalu memberikan prioritas terhadap pentingnya komunikasi dan interaksi. Perusahaan memiliki gaya manajemen yang terus ingin melibatkan setiap karyawannya. Mereka  diberikan kewenangan dan terus termotivasi untuk terlibat dalam proses penciptaan nilai tambah. Inilah esensi dari era Digital Marketing dimana konsumen juga sangat ingin dilibatkan.

Kelima adalah toleransi terhadap resiko. Perusahaan yang siap, adalah perusahaan yang melakukan redefinisi terhadap resiko perusahaan. Mereka perlu untuk mengembangkan semangat entrepreneurship dari karyawannya agar lebih berani untuk menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, perusahaan juga sudah mengembangkan sistem-sistem yang baru untuk mendeteksi resiko lebih dini dan metode pengambilan keputusannya. Dengan toleransi resiko yang baru, maka banyak karyawan akan memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal yang baru dan sesuatu yang memiliki ketidakpastian yang tinggi. Sama seperti perkembangan era Digital Marketing yang penuh dengan kejutan, maka perusahaan perlu bersiap diri untuk memiliki pengukuran resiko yang baru.

CEO dan CMO dapat mengajak timnya untuk melakukan audit bersama terhadap 5 indikator internal tersebut. Bila perusahaan kemudian merasa bahwa mereka relatif belum siap, tentunya tahun 2011 ini merupakan saat yang masih tepat untuk berbenah diri. Mereka perlu untuk terus meneruskan mengingatkan seluruh jajarannya, perlunya sebuah mind-setyang baru di era digital. Bila perlu, mengubah gaya kepepimpinan mereka, mendorong agar team work terus ditingkatkan, kerja sama antar departemen lebih efektif. Inovasi harus terus berjalan dan yang terpenting adalah proses inovasi yang lahir dari proses mendengarkan dan melibatkan pelanggan. Siapkan perusahaan Anda memasuki era Digital Marketing?

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized