Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Top Brand Index

Friday, 08 June 2007

Para pimpinan puncak perusahaan dan marketer pasti menyadari bahwa merek merupakan aset yang nilainya sangat besar, bisa mencapai puluhan kali lipat dari nilai buku perusahaan. Dari sudut pandang konsumen, yang mereka beli ketika melakukan pembelian bukanlah produk. Mereka membeli kepercayaan yang terkandung dalam sebuah merek, yaitu kepercayaan akan value, kualitas, dan lain-lain yang ditawarkan oleh merek tersebut. Dengan kondisi seperti ini, mengukur kekuatan merek dari sudut pandang konsumen dan kemudian mengelolanya menjadi sangat krusial dalam upaya membangun merek.

Selama 8 tahun terakhir, Frontier Consulting Group, telah melakukan pengukuran kekuatan merek dengan menggunakan tiga parameter. Pertama mind share, yang diindikasikan oleh nilai top of mind. Mind share ini mencerminkan kekuatan merek tertentu di dalam benak konsumen dari kategori produk tertentu dimana merek tersebut berada relatif terhadap merek-merek pesaingnya. Semakin tinggi nilai mind share dari suatu merek, maka akan semakin kuat merek tersebut. Hal ini terutama kelihatan sekali kegunaannya ketika konsumen melakukan pembelian barang-barang yang planned purchase dan high-involvement. Apalagi jika konsumen tersebut “malas” untuk melakukan pencarian informasi untuk melakukan komparasi. Otomatis, ketika dia melakukan pembelian, kemungkinan besar yang akan dicarinya adalah merek-merek yang menancap kuat dalam benaknya.

Kedua adalah market share. Melakukan pengukuran market share dengan teknik survei konsumen memang relatif sulit dan tidak dapat dilakukan secara langsung. Untuk itu, nilai market share diperoleh dengan cara estimasi. Estimasi berdasarkan merek yang terakhir kali –sesuai dengan (re)purchase cycle kategori produk– digunakan oleh konsumen. Nilai yang didapatkan kemudian diturunkan untuk mendapatkan nilai market share.

Ketiga adalah commitment share. Commitment share diindikasikan oleh future intention, yaitu tingkat keinginan konsumen untuk membeli atau menggunakan merek tertentu di masa yang akan datang. Commitment share ini menggambarkan porsi merek tertentu di hati para konsumen kategori produk terkait. Future intention ini kemudian diturunkan untuk mendapatkan nilai commitment share.

Selanjutnya, kekuatan merek diperoleh dengan mengambil rata-rata terbobot, bobot ditentukan dengan metode expert judgment, dari ketiga variabel. Hasilnya disebut dengan top brand index (lihat gambar konsep top brand index). Indeks yang selanjutnya akan menentukan merek-merek mana yang akan masuk dalam kategori top brand.

Gambar konsep Top Brand Index

Sumber: Frontier Consulting Group

Tujuan utama dilakukannya survei ini adalah untuk mempelajari perilaku para pemasar, strategi mereka, dan selanjutnya melakukan sintesa guna merumuskan strategi branding. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah mengapa kita tidak cukup menggunakan strategi-strategi yang telah disusun oleh pakar pemasaran dari Amerika? Jawabannya jelas. Karena karakteristik konsumen Indonesia berbeda dengan karakteristik konsumen di negara-negara luar. Namun ini tidak berarti bahwa strategi-strategi yang dirumuskan oleh tersebut tidak cocok dalam konteks dunia usaha di Indonesia. Point-nya adalah, dengan penelitian yang ekstensif, kita dapat mempelajari strategi mana yang bisa diterapkan dan mana yang tidak. Perlu ada pengujian berdasarkan konsumen dan kondisi persaingan di pasar Indonesia.

Hasil selama delapan tahun ini memberikan banyak pelajaran yang sangat penting mengenai bagaimana membangun merek yang kuat, merek yang top di pasar Indonesia. Strategi yang terungkap bukan dengan cara membaca buku-buku branding dari luar dan memodifikasinya agar sesuai dengan konteks Indonesia, namun strategi yang terungkap berdasarkan perilaku para top brand-er selama delapan tahun.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized