Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

3 Perspektif Media Sosial

Thursday, 31 October 2013

Mollie Sterling menyimpan sebuah foto saat masih kuliah di salah satu universitas di Amerika di tahun 2001. Sebuah foto yang menggambarkan seluruh kawan-kawan sekelasnya yang memegang laptop. Beberapa tahun kemudian, dia berbagi foto ini kepada kawannya. Kemudian foto ini menyebar secara viral kepada banyak orang.

Karena mungkin sebagian besar dari mahasiswa ini terlihat membawa laptop Apple, maka pada tahun 2008, Apple menggunakan foto ini sebagai bagian dari iklan mereka untuk meluncurkan produk Macbook seri yang baru. Foto ini menunjukkan bagaimana setiap mahasiswa terkoneksi dengan sesama kawan di kelas dan pada saat yang bersamaan, mereka juga terkoneksi dengan orang-orang di seluruh dunia. Dari sinilah kemudian muncul ungkapan yang terkenal “an audience with an audience of audiences“. Anda bisa melihat foto yang saya maksud di bawah ini.

3 Perspektif Media Sosial

Ini adalah era dimana kita memasuki jejaring informasi. Dalam bahasa sederhana, kita semua adalah penonton yang ditonton oleh penonton. Mungkin inilah penjelasan yang paling sederhana dari media sosial. Tiba-tiba, setiap orang menjadi bisa berarti. Setiap orang, karena memiliki penonton, maka mereka juga menjadi media.

Kalau Anda memiliki akun LinkedIn dan kemudian memiliki kontak langsung dengan 1000 pemilik akun lainnnya, Anda bisa terhubung dengan jutaan orang. Kelipatan ini terjadi karena kita terkontak dengan akun-akun lain di lapis ke 2, lapis 3 dan seterusnya. LinkedIn menggambarkan audiences with audiences dengan baik.

Majalah Marketing selama 3 tahun ini, telah meluncurkan sebuah penghargaan yang dikenal dengan nama Social Media Award. Tujuan dari even ini adalah untuk merespon keterlambatan atau gap antara persepsi dari para pelaku bisnis dengan kenyataan dari kekuatan media sosial. Melalui penghargaan ini, terdapat 3 perspektif yang ingin menjadi bagian dari proses pengajaran kepada para pelaku bisnis dan marketer di Indonesia.

1. Media Sosial Adalah Media

Karena setiap orang menjadi media, maka mudah dipahami bahwa media sosial adalah media. Kenyataannya, perusahaan atau pelaku bisnis sering tidak berpikir bahwa media sosial adalah media. Masih banyak perusahaan yang melihat bahwa media sosial adalah media yang berbeda dengan media konvensional dimana sudah biasa mereka gunakan untuk meningkatkan penjualan, berkomunikasi, menjalin relationship atau membangun merek.

Sebagai media, maka media sosial adalah sebuah saluran komunikasi dan sekaligus memiliki konten. Karena berfungsi sebagai saluran, media sosial memiliki dua kemampuan yang dapat diukur. Pertama, media sosial mempunyai kemampuan untuk menjangkau target pasar. Inilah esensinya sebuah saluran, yaitu mampu menjangkau target pasar yang dikehendaki. Dan memang, media sosial dapat dihitung kemampuan reach dengan baik, mampu menjangkau ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan target pasar yang kita inginkan. Bila dibandingkan dengan media konvensional seperti televisi, maka mengevaluasi kemampuan reach dari media sosial, lebih akurat dan hasilnya realtime.

Kedua, sebuah media memiliki relevansi karena membawa pesan. Hanya saja, pesan dari media sosial ini sudah tidak sama dengan pesan yang diinginkan oleh perusahaan atau para pemilik merek. Pesan ini dibentuk dari konten dan seringkali, bukan konten yang dibuat perusahaan tetapi justru konten yang dibentuk oleh para konsumennya sendiri. Karena konsumen inilah yang menjadi media sanggup menciptakan pesan.

Kemampuan reach dan relevancy inilah yang membuat media sosial mampu menciptakan awareness dan image. Inilah dua komponen terpenting dari sebuah merek. Karena reach dan relevancy ini, maka media sosial mampu untuk menciptakan penjualan karena menyampaikan pesan yang berisi insentif dan reward. Karena reach dan relevancy inilah, media sosial mampu untuk membentuk relationship antara perusahaan dan para pelanggannya melalui proses engagement.

2. Media Sosial Adalah Perilaku

Perspektif kedua dari media sosial yang penting adalah perilaku. Pelaku bisnis dan marketer perlu untuk mengetahui perubahan perilaku dari para konsumen dan pelanggannya. Perilaku mereka sangat beragam dalam menyikapi media sosial. Ini tergantung dari faktor demografis dan psikografis setiap individu. Terdapat sekelompok orang yang disebut sebagai spectator. Mereka hanya menikmati media sosial dengan membaca dan melihat. Sebagain sudah lebih maju dengan ikut sharing dan berbagi. Yang lebih aktif lagi, adalah mereka yang memperbaiki profil mereka dan ikut memberikan komentar. Kemudian, terutama anak-anak muda, mereka ikut dan aktif menciptakan percakapan. Perilaku tertinggi adalah mereka yang mampu menciptakan ide, menginspirasi orang lain, membentuk opini dan lainnya. Inilah para blogger yang rajin meluang waktunya untuk berjam-jam menulis sesuatu.

Dengan berbagai perilaku yang berbeda ini, langkah pertama bagi pelaku bisnis dan marketer adalah perlu mendengar. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Perusahaan atau pemilik merek yang memiliki akun media sosial perlu mendengarkan apa yang menjadi percakapan dari para konsumen atau target pasarnya. Selain mendengar, marketer juga mampu untuk membuat percakapan yang dapat mempengaruhi mereka. Setelah itu, marketer bisa memberikan dukungan terhadap komunitas tertentu untuk melakukan sesuatu. Pada akhirnya, terjadilah proses engagement yang menjadi tujuan penting.

Itulah sebabnya, melalui Social Media Award ini, Frontier Consulting Group, bekerja sama dengan Majalah Marketing dan dengan menggunakan Mediawave sebagai alat social media monitoring platform, mencoba untuk melihat percakapan di media sosial untuk merek-merek yang ada di Indonesia. Sebuah merek yang mendapatkan banyak percakapan positif, dapat diduga akan mendapatkan tren positif untuk peningkatan penjualan dan kekuatan mereknya di masa mendatang. Saya berharap, pelaku bisnis dan marketer akan terinspirasi untuk melakukan proses monitoritng percakapan dan perilaku ini dari waktu ke waktu.

3. Media Sosial adalah Budaya

Dari 3 persepktif penting dari media sosial ini, faktor budaya perusahaan adalah gap yang terbesar. Dalam konteks budaya ini, elemen terpenting adalah faktor mindset dan leadership. Perusahaan perlu untuk memiliki mindset yang baru dalam menghadapi gelombang media sosial ini. Dunia sudah berubah terutama konsumen yang sekarang sudah tidak dapat dikontrol lagi. Konsumen memiliki kemerdekaan untuk mengekspresikan diri, mereka meminta waktu saat ini, kapan saja untuk berkomunikasi. Proses horisontalisasi ini haruslah membuat proses bisnis yang berubah. Di satu sisi, ini adalah tantangan, tapi di sisi lain, kesempatan untuk mengembangkan menjadi social capital yang besar bila mampu memberikan pengalaman yang baru bagi konsumen atau pelanggannya dalam media sosial sehingga mencitakan engagement.

Budaya perusahaan juga ditentukan oleh pimpinan puncak perusahaan, CEO dan jajaran BOD nya. Mereka yang tidak siap dengan transpansi, pasti akan menolak dan tidak paham terhadap media sosial, terutama pimpinan dari generasi tua. Mereka yang tidak mempraktekkan open leadership, akhirya akan dihantam badai oleh media sosial yang memiliki kekuatan. Pimpinan yang tidak mampu melibatkan karyawan dalam proses bisnisnya, tidak akan mampu menciptakan kekuatan karyawan dalam berinterkasi dengan para pelanggannya. Kemampuan inovasi perusahaan akan menjadi lemah bila pimpinan tidak mau mendengar percakapan konsumennya di media sosial.

Terutama untuk industri yang sudah tersentuh dengan kekuatan media sosial, perusahaan harus mengubah gaya kepemimpiannya. Dibutuhkan seorang leader yang open, transparan, berani mengambil resiko dan selalu mengutamakan proses yang kolaboratif. Kenyataannya, di era media sosial ini, kekuatan merek, tidak diciptakan oleh perusahaan tetapi hasil kolaborasi dengan konsumennya. Melalui Social Media Award ini, saya berharap akan memberikan kontribusi dalam proses penciptaan perubahan mindset dan leadership.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized