Follow us on the social network

Twitter Handi irawan Facebook Handi irawan Linkedin Handi irawan Rss feed Handi irawan

Pelajaran dari Polytron

Tuesday, 24 April 2007

Polytron termasuk merek Indonesia yang cukup mengagumkan, terutama untuk produk audio. Merek dari perusahaan yang masih satu grup dengan perusahaan rokok Djarum ini, mampu menyodok dan mengalahkan merek-merek kelas dunia di pasar Indonesia. Hasil survei Frontier Consulting Group di akhir tahun 2006 memperlihatkan bahwa merek ini, untuk produk audio, ternyata menempati posisi teratas menjadi merek yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi.

Indeks Kepuasan Konsumen terhadap Merek Audio 2006
 

 No Merek  QSS  VSS  PBS ES  TSS 
Polytron  4.267 4.113 4.227 3.889  4.125
Sony  4.196  4.021 4.162 3.848  4.060
JVC  4.076  3.948  3.940  3.797  3.939
Aiwa  4.031  3.870  4.004  3.612  3.881
Panasonic  3.988  3.765  4.014  3.700  3.876
Sharp  3.971  3.876  3.975  3.606  3.856
Philips  3.901  3.846  3.903  3.574  3.803
Sanyo  3.846  3.764  3.890  3.445  3.736

Sumber: Survei ICSI2006, Frontier Consulting Group

Yang menarik, Polytron mampu mengungguli merek dunia seperti Sony, Panasonic, JVC, Sharp, dan lain-lain. Dalam hal kepuasan terhadap kualitas produk (Quality Satisfaction Score = QSS), Polytron memperoleh skor 4.267 sedangkan Sony dengan skor 4.196. Ini menunjukkan bahwa konsumen sudah memiliki persepsi yang sangat positif terhadap merek ini. Polytron dianggap merek audio yang memiliki kualitas suara yang bagus, awet dan desain yang menarik.

Dalam hal Value Satisfaction Score (VSS), mudah diduga bahwa Polytron unggul. Ini terjadi karena memang saat Polytron melakukan penetrasi, masih mengandalkan harga murah. Karena itu, para pengguna audio ini masih percaya bahwa Polytron adalah merek yang memberikan value yang baik.

Konsisten dengan persepsi terhadap kualitas, maka Polytron juga dianggap sebagai merek baik. Ini tercermin dari besarnya kepercayaan dari konsumen yang menyatakan bahwa merek ini relatif terbaik dibandingkan dengan merek-merek lainnya.

Polytron adalah contoh bagaimana membangun merek yang kuat dan merek yang dapat memberikan kepuasan kepada para penggunanya. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari kasus ini. Pertama, Polytron selalu berorientasi kepada kualitas. Great marketing selalu mulai dengan great product. Keyakinan inilah yang akhirnya membuahkan hasil. Polytron beruntung karena didukung oleh perusahaan besar sehingga memudahkan management dari perusahaan ini untuk melihat dalam perspektif jangka panjang.

Kedua, Poytron juga sangat piawai dalam membangun persepsi melalui iklan. Merek ini secara konsisten, terus menerus melakukan iklan. Iklan yang dibuat, juga relatif kreatif. Tidak mengherankan, merek ini memiliki tingkat awareness yang baik.

Ketiga, Polytron berupaya untuk melakukan diferensiasi. Sebagai merek lokal, Polytron terus berupaya untuk melakukan perbedaan dengan merek-merek pesaing. Diferensiasi yang dikomunikasikan, memang juga didukung oleh team R & D yang inovatif sehingga janji yang diberikan kepada konsumen dapat terpenuhi. Kemenangan Polytron ini seharusnya juga memberikan inspirasi kepada merek-merek asli Indonesia lainnya untuk bersaing dengan merek-merek multinasional. Polytron mampu bersaing di industri yang padat teknologi. Sebuah medan industri yang sulit ditembus, tetapi merek ini telah melakukannya.

Go Back | On Top

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Articles Category

 

Email Subscriptions

Dapatkan Artikel Terbaru Handi irawan D.
Silakan Masukan Email Anda :

Delivered by FeedBurner

 

Popular Articles

Karakter dan Perilaku Khas Konsumen Indonesia
Tuesday, 29 May 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Customer Value
Wednesday, 26 Mar 2008 - Uncategorized

Integrated Marketing Communication
Tuesday, 28 Oct 2008 - Uncategorized

Buatan Luar Negeri dong
Monday, 04 Jun 2007 - The Uniqueness of Indonesian Consumer

Baidu Vs Google
Monday, 03 Oct 2011 - Uncategorized